Berita Banyumas

Senjakala Pedagang VCD di Kebondalem Purwokerto, Bertahan di Tengah Gempuran Aplikasi di Gadget

Sekitar 20 tahun lalu, perdagangan VCD dan DVD di kompleks pertokoan Kebondalem, Purwokerto, berjaya. Kini, hanya beberapa PKL yang tersisa.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Siti Sarmiah (43), pedagang VCD yang masih bertahan di kompleks perdagangan Kebondalem, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (8/9/2021). 

"Sehari, kadang tidak laku. Tapi, rata-rata, empat keping bisalah terjual. Harganya, kalau Mp3 Rp 5 ribu, VCD film Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu," katanya saat ditemui Tribunbanyumas.com, Rabu.

Diakuinya, menjual VCD bukan satu-satunya sumber usaha. Di Kebondalem, dia merangkap sebagai juru parkir.

"Iya, sambilan saja gak papa, kalau ada yang beli, saya layani. Musiknya saya setel supaya tidak jenuh dan memang hiburan juga buat pedagang lain," ungkapnya.

Meski tergerus dan tersisih akibat teknologi, Fajar masih yakin, penikmat musik atau film melalui keping VCD akan tetap ada, meskipun kecil.

Satu di antaranya, mereka yang membeli, biasa mencari koleksi untuk diputar di dalam mobil.

Atau, masyarakat yang memang sudah terbiasa dengan VCD dan belum terbiasa memanfaatkan gawai.

"Biasanya, yang dicari ada lagu, film. Tapi, yang sering itu lagu terbaru. Kan masih ada pengguna mobil yang memutar lagi menggunakan VCD," tambahnya.

Fajar memang baru menjual VCD sejak tiga tahun lalu.

Dari berjualan VCD dan parkir, dia bisa mendapat penghasilannya Rp 150 per hari.

"Kalau hari libur, ya ramai, banyak kendaraan lalu lalang. Ramai saat Sabtu Minggu, kendaraan yang lewat," ungkapnya.

Baca juga: Cegah Kebakaran seperti di Lapas Tangerang, Ini yang Dilakukan Lapas Semarang

Baca juga: Anak Tega Bunuh Ibu di Cilacap, Polisi: Gunakan Sebilah Parang

Baca juga: Pandemi Covid Belum Berakhir, Bagaimana Nasib Dieng Culture Festival Tahun Ini?

Baca juga: Liga 1 Bisa Digelar di Luar Jakarta, PT LIB Pertimbangkan Kemungkinan Laga di Jawa Barat

Kisah lain diceritakan Siti Sarmiah (43), warga Kebondalem, Purwokerto, yang mengaku sudah 12 tahun berjualan VCD.

"Jelas ada penurunan daripada 12 tahun lalu tapi alhamdulillah masih ada yang beli. Sehari bisa 15-20 keping," ungkapnya.

Siti merasa prihatin dengan perkembangan teknologi saat ini.

Dalam kata lain, kecanggihan gadget selain memudahkan akses internet, tapi juga membuat anak-anak kecanduan.

"Sebenarnya, kalau pakai VCD, anak nontonnya terbatas, di situ saja. Sedangkan sekarang, kalau nonton di HP, berpotensi terkena radiasi, banyak tontonan yang tidak baik dan tidak ramah anak," ujarnya.

Karena ketekunannya berdagang, Siti mampu menguliahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.

"Suami bekerja di toko, bersama, alhamdulillah tiga anak, dua diantaranya sudah kuliah dan satu masih SMP," imbuhnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved