Berita Banyumas

Membanggakan! Lewat The Witch's Heart, Komikus Muda asal Banyumas Ini Mulai Mendunia

Banyumas memiliki talenta berbakat di bidang komik. Bahkan, karya komikus tersebut mulai mendunia.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Komikus asal Banyumas, Maria Rengganis atau Megan, menunjukkan komik buatannya yang telah dicetak, belum lama ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Banyumas memiliki talenta berbakat di bidang komik. Bahkan, karya komikus tersebut mulai mendunia.

Namanya, Maria Rengganis (24), gadis asal Desa Ciberem, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Lewat komik The Witch's Heart, gadis yang akrab disapa Megan ini mulai mendunia.

Komik yang dalam bahasa Indonesia berarti Hati Sang Penyihir itu telah dialihbahasakan dalam sedikitnya enam bahasa.

"Sudah diadaptasi ke beberapa bahasa, mereka izin sama saya. Ada bahasa Inggris, Rusia, Portugis, Filipina, Thailand, dan Arab," kata Megan saat ditemui, baru-baru ini.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (2/9/2021), Megan mengatakan, karyanya tersebut awalnya dipublikasikan lewat kanal Line Webtoon.

Baca juga: RSDC di Hotel Rosenda Baturraden Resmi Ditutup, Penanganan Kasus Covid Dialihkan ke RSUD Banyumas

Baca juga: Sudah Diusir Selalu Kembali Hadir, Anak Punk Bikin Resah Warga Cilongok Banyumas

Baca juga: Dorong PTM di Pondok Pesantren, Wagub Gus Yasin Pastikan 1000 Santri di Banyumas segera Divaksin

Baca juga: KONI Banyumas Bagikan 250 Paket Vitamin ke Atlet dan Pelatih, Kiriman dari Mustika Ratu Jateng

Di kanal tersebut, karya pemilik nama pena Blacklapiz ini telah dilihat 3,4 juta kali dan telah difavoritkan 113.200 orang. Bahkan, The Witch's Heart juga mendapat rate bintang 9,86.

Komik Megan juga kerap masuk trending rekomendasi dari kanal tersebut.

Saat ini, The Witch's Heart telah memasuki episode 26. Rencananya, komik tersebut akan dibuat hingga 45 episode.

"Mudah-mudahan, tahun depan, selesai. Lagi nyari asisten lagi untuk line art dan finishing. Sekarang baru ada satu asisten," ujar Megan.

Lulusan Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini mengaku suka menggambar sejak SD. Saat itu, imajinasinya hanya dituangkan pada buku tulis.

"Dulu, gambarnya masih biasa banget. Dulu, kalau sudah pusing belajar, menggambar saja," kata Megan.

Ia terus mengasah kemampuan lewat terus menggambar. Hingga pada tahun 2017, ia mulai fokus membuat komik.

"Tahun 2018, pernah dikontrak publisher dari Korea, selesai kontrak 2019. Sebelumnya, sudah pernah buat di Webtoon, sebenarnya," kata Megan.

Setelah selesai kontrak, Megan kemudian melanjutkan pembuatan komik di kanal Line Webtoon kembali hingga saat ini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved