Berita Ungaran Hari Ini

Tak Lagi Repot Sinyal, Desa di Kabupaten Semarang Ini Bangun Jaringan 'Reksonet', Dikelola BUMDes

Kades Reksosari, Agus Muhajir Tontowi mengatakan, 'Reksonet' telah berjalan hampir tiga bulan dan berhasil menarik 100 pelanggan.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Direktur BUMDes Reksonet, Wafikoh menunjukkan jaringan internet desa yang terpasang di Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Kamis (26/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Berawal dari daerah yang susah sinyal internet, warga Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang bertekad membuat terobosan dengan memasang jaringan internet mandiri.

Mereka pun membangun jaringan internet yang dinamai ' Reksonet' melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rekso Mandiri.

Kemudian, dalam pengelolaan dilakukan secara swadaya.

Kades Reksosari, Agus Muhajir Tontowi mengatakan, ' Reksonet' telah berjalan hampir tiga bulan dan berhasil menarik 100 pelanggan.

Ke depannya, jaringan internet itu akan terus dikembangkan dengan menjalin desa-desa tetangga.

Baca juga: Harga Cabai di Kota Semarang Anjlok, Tinggal Rp 15 Ribu Per Kg. Pedagang: Murahnya Terlalu

Baca juga: Masih Pendataan, Baznas Kabupaten Semarang Bakal Jamin Pendidikan Anak Yatim akibat Covid sampai SMA

Baca juga: Pemkot Semarang: Pembelajaran Tatap Muka Dilaksanakan Mulai 30 Agustus 2021

Baca juga: Oktober 2021, Trans Jateng Bakal Layani Rute Semarang-Grobongan. Harga Tiket Cuma Rp 4 Ribu

"Daerah kami ini memang tergolong wilayah susah sinyal karena ada dusun terletak di lereng perbukitan atau lembah."

"Sehingga, kebutuhan internet ini penting apalagi sejak anak-anak sekolah harus daring," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/8/2021).

Muhajir menyampaikan, selain harus menjamin ketersediaan sinyal internet, biaya tagihan juga harus terjangkau.

Kemudian, muncullah ide membuat jaringan internet secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dia menambahkan, perbulan pelanggan hanya dikenai biaya sekira Rp 100 ribu dengan fasilitas kecepatan akses internet sekira 10 Mbps.

Adapun pendapatan untuk BUMDes perbulan mencapai Rp 12 juta.

"Ke depan kami juga akan arahkan pengembangan untuk jual beli online."

"Sementara ini masih melayani kebutuhan belajar daring, kemudian pembayaran PBB, pajak kendaraan, dan sewa tratak," katanya.

Direktur BUMDes Reksosari, Wafikoh Tuti Tisnasari menerangkan, kemurahan warga mendapatkan akses internet menjadi daya jual ' Reksonet'.

Pasalnya, penyedia layanan internet BUMN tidak sepenuhnya bisa menjangkau wilayah pedalaman terutama yang berdekatan dengan dataran tinggi.

"Untuk alat provider kami pinjamkan nanti para pelanggan tinggal membayar tagihan bulanan mirip kayak layanan internet BUMN."

"Yang beda cuma harganya kami lebih murah," ujarnya. (*)

Baca juga: Tak Pakai Masker, Kerumunan di Depan Kios Tembaku di Pasar Patimuan Cilacap Dibubarkan Polisi

Baca juga: Manfaatkan Lahan Kosong di Sekolah, Siswa SMPN 2 Cimanggu Cilacap Belajar Bertani Stroberi

Baca juga: Ada Aturan Peserta Seleksi CASN Harus Sudah Vaksin Covid, Ketua BKPSDM Banyumas: Masih Bisa Berubah

Baca juga: Maret-Agustus 2021, 32 Guru di Banyumas Meninggal Terpapar Virus Covid

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved