Berita Semarang Hari Ini
DPRD Kota Semarang: Segera Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, blended learning dapat diterapkan di wilayah yang masuk PPKM level 3.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang mendorong pembelajaran tatap muka (PTM) untuk segera dilaksanakan.
Apalagi, Kota Semarang saat ini sudah masuk PPKM level 3.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, blended learning dapat diterapkan di wilayah yang masuk PPKM level 3.
Artinya, ada pelajar yang mengikuti tatap muka dan ada pula pelajar yang mengikuti pembelajaran secara daring.
Baca juga: Sejumlah Nakes Penerima Vaksin Booster Moderna di Kota Semarang Alami KIPI, Alami Demam dan Mual
Baca juga: Disdik Kota Semarang Targetkan Buka PTM Paling Lambat September, Berlaku Jenang TK-SMP Negeri
Baca juga: Suyadi Minta Pemerintah Lebih Sering Berikan Bansos: Curhatan Tukang Tambal Ban di Bawen Semarang
Baca juga: Kiat Pengelola Wisata Dusun Semilir Semarang Bertahan di Tengah PPKM, Jual Tiket Presale Plus Bonus
"Jadi, sekali masuk 50 persen."
"Bisa diatur, semisal Senin nomor urut siswa yang genap, Selasa yang ganjil atau bisa disesuaikan dengan izin orangtua."
"Kalau orangtua mengizinkan anak tatap muka, didata ada 50 persen, ya silakan," papar Anang kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (18/8/2021).
Pihaknya pun telah meninjau kesiapan pihak sekolah.
Dia menilai, sekolah di Kota Semarang sudah siap.
Sarana dan prasarana penunjang blended learning terbilang memadai.
Guru dan tenaga pendidik juga sudah divaksin.
Persentase vaksinasi secara keseluruhan sudah mencapai 67 persen.
Di sisi lain, angka positif Covid-19 dan angka kematian semakin menurun.
Karena itu, pihaknya mendorong segera digelar pembelajaran tatap muka.
Menurutnya, anak-anak TK, SD, dan SMP idealnya belajar secara tatap muka.
Jangan sampai, kata dia, ada loss generation karena hak pendidikan yang diterima anak ada yang hilang.
"Kualitas (pembelajaran) dijaga."
"Menurut kami, idealnya anak TK, SD, dan SMP itu tatap muka."
"Kalau mahasiswa mungkin sistem daring bisa terkover," ucapnya.
Diakuinya, saat ini belum seluruhnya pelajar divaksin karena saat ini anak-anak masih masuk skala prioritas yang terakhir.
Seiring berjalannya waktu, dia yakin pelajar akan masuk skala prioritas.
Dia tentu akan mengarahkan agar vaksinasi anak bisa dipercepat untuk menunjang PTM.
"Anak-anak SMA sudah agak banyak, SMP belum."
"SD dipilih yang 12 tahun ke atas," imbuhnya. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Cerita Kedekatan Bupati Banjarnegara dengan ODGJ: Mulai Bujuk Berobat hingga Ajak Tinggal Bersama
Baca juga: RSI Banjarnegara: Ibu Hamil Boleh Ikut Program Vaksinasi, Tapi Ini Syaratnya
Baca juga: Polres Purbalingga Kembali Gelar Vaksinasi Merdeka Candi, Tersedia 29.400 Dosis Vaksin Moderna
Baca juga: Cerita Pahlawan Purbalingga Rebut Kemerdekaan: Terluka Akibat Bom, Dapat Obat Hasil Drama Dokter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/uji-coba-ptm-sekolah-swasta-semarang.jpg)