Berita Jawa Tengah
Curhatan Penjual Bendera Musiman di Salatiga, Syarif: Tahun Ini Makin Menurun, Hingga 60 Persen
Syarif Hidayat (26) mengatakan, pada Agustus tahun ini penjualan bendera Merah Putih justru menurun sekira 60 persen.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Tiga hari menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2021, penjualan bendera Merah Putih di Kota Salatiga masih rendah.
Seorang penjual bendera musiman, Syarif Hidayat (26) mengatakan, pada Agustus tahun ini penjualan bendera Merah Putih justru menurun sekira 60 persen.
"Pada waktu yang sama kurang tiga hari puncak peringatan kemerdekaan tahun lalu saya bisa menjual 2 kodi atau 40 buah bendera."
"Sementara ini, baru laku 12 buah bendera, maksimal jualan sampai Minggu (15/8/2021)," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, di Bundaran Selasar Kartini, Kota Salatiga, Sabtu (14/8/2021).
Baca juga: Ance Serasa Lupa Kalau Sedang di Penjara, Begini Kemeriahan Lomba Agustusan Rutan Salatiga
Baca juga: Resmi Hari Ini, AKBP Rahmad Hidayat Jabat Kapolres Tegal Kota, Sebelumnya di Salatiga
Baca juga: Perawatan Medis Ketua MUI Dipindah ke Surabaya, RSUD Salatiga: Atas Permintaan Keluarga
Baca juga: Riani Isyana: Penggunaan Tabung Oksigen RSUD Salatiga Sudah Turun 40 Persen
Menurut warga asal Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat itu, bersama sembilan temannya setiap tahun rutin berjualan bendera menjelang perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia menambahkan, telah berada di Kota Salatiga hampir 15 hari.
Selain menjual bendera Merah Putih, pada setiap lapak teman satu rombongan menyediakan umbul-umbul, background, dan badir.
"Untuk bendera Merah Putih kami sediakan berbagai ukuran mulai 90x60 sentimeter, ada juga yang berukuran 120 sentimeter dan 150 sentimeter."
"Untuk harga jual semua item mulai Rp 20 ribu sampai Rp 275 ribu per buah," katanya.
Dia menilai, penurunan penjualan selain disebabkan adanya pandemi virus corona (Covid-19) juga imbas kebijakan PPKM sehingga menjadi sepi.
Syarif menyatakan, pada periode tahun-tahun sebelumnya mulai awal Agustus hingga 5 hari menjelang HUT Kemerdekaan RI, konsumen yang membeli bendera sangat tinggi.
"Kami pulang ke Jawa Barat bisa bawa uang Rp 3 juta bersih kala itu."
"Setoran ke pemasok bendera prosentase 60 banding 40 persen ke perusahaan konveksi."
"Saat ini ada empat orang teman saya sudah balik duluan ke Jawa Barat," ujarnya. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas