Penanganan Corona
Gedung Bekas SMP di Kerjo Karanganyar Dijadikan Tempat Karantina Terpusat, Khusus OTG
Pemkab Karanganyar menjadikan gedung bekas sekolah di wilayah Kecamatan Kerjo sebagai tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 berstatus OTG.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menjadikan gedung bekas SMP di wilayah Kecamatan Kerjo sebagai tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 dengan status OTG (orang tanpa gejala).
Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan, saat ini, gedung untuk isolasi terpusat tersebut masih dipersiapkan.
Menurutnya, gedung tersebut akan digunakan sebagai tempat karantina warga Kecamatan Kerjo dan Kecamatan Jenawi yang terpapar Covid-19.
Lokasi kecamatan tersebut yang terlalu jauh dari pusat kota membuat warga yang terinfeksi Covid-19 kejauhan jika harus diisolasi di BLK Karangpandan atau Gedung Wanita.
"Kalau ditarik ke Karanganyar Kota, terlalu jauh. Kita dekatkan. Karena relatif positif ratenya tinggi, di Kerjo," katanya, Selasa (10/8/2021).
Baca juga: Cegah Klaster Keluarga, Pemkab Karanganyar Siapkan Lagi Tiga Tempat Karantina Terpusat
Baca juga: 2 Pencuri Gasak Uang Rp 8 Juta di SPBU Kemiri Karanganyar, Pantau Suasana dari Depan Toilet
Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Izinkan Kegiatan Umrah, Begini Respon Pemilik Biro dan Kemenag Karanganyar
Baca juga: Angka Kematian Ibu Hamil Lagi Meninggi di Karanganyar, Ini Imbauan Pemerintah
"Justru, yang sekarang saya tekankan adalah pentingnya secara sadar, sukarela, agar yang isoman di rumah itu bersedialah berada di isolasi terpusat," imbuhnya.
Dia menuturkan, upaya ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 berasal dari klaster keluarga atau kontak erat.
Gedung bekas sekolahan itu memiliki kapasitas 30-40 orang.
"Kami persiapkan di Kerjo, gedung bekas SMP, depan puskesmas. Ini dalam proses pengerjaan," ucapnya.
Lokasinya yang berada di depan Puskesmas Kerjo lebih memudahkan dalam hal pengawasan serta pengecekan kondisi kesehatan para pasien yang nantinya menjalani isolasi di tempat tersebut.
Sebelumnya, Pemkab Karanganyar berencana menyiapkan tempat isolasi terpusat di wilayah Kecamatan Colomadu.
Namun Lantaran susah mencari tempat, pemkab membatalkan rencana tersebut.
"Yang Colomadu, kami beri pilihan, di Donohudan atau wilayah Karanganyar Kota," terangnya.
Baca juga: Pusat Perbelanjaan Boleh Buka Lagi, Pengunjung Mal Paragon Semarang Harus Tunjukkan Bukti Vaksin
Baca juga: 97,2 Persen Kematian akibat Covid di Jateng Terjadi pada Warga Belum Divaksin, Begini Sikap Ganjar
Baca juga: Warga Bangsri Jepara Ditemukan Tewas di Sumur, Ketahuan saat Keluarga Melihat Penutup Terbuka
Baca juga: Jadi Syarat Bekerja di Tempat Karaoke di Salatiga, Tata Memberanikan Diri Ikut Vaksinasi Covid
Sementara itu, Kalakhar BPBD Karanganyar Bagus Darmadi menambahkan, tercatat, hingga saat ini, masih ada tiga orang yang menjalani isolasi di BLK dan delapan orang menjalani isolasi di Gedung Wanita.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, tercatat ada 986 kasus aktif positif Covid-19 hingga Senin (9/8/2021).
Dari jumlah itu, 240 orang menjalani rawat inap dan 746 orang menjalani isolasi mandiri. (*)