Berita Tegal Hari Ini
Bikin Heboh Warga Tegal, Asal Bau Menyengat Mirip Gas Elpiji Ternyata Drum Bekas Limbah Kimia
Menurut warga Kecamatan Adiwerna, Umar Doni (36), dia mencium bau seperti kebocoran gas elpiji sekira pukul 22.00 saat berada di teras rumah.
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Warga desa dari beberapa kecamatan Kabupaten Tegal dihebohkan dengan kemunculan bau menyengat mirip gas, pada Minggu (8/8/2021).
Bau tersebut sempat mengganggu penciuman warga sejak sore hingga malam hari.
Seperti di Kecamatan Adiwerna, Talang, dan beberapa lainnya.
Menurut warga Kecamatan Adiwerna, Umar Doni (36), dia mencium bau seperti kebocoran gas elpiji sekira pukul 22.00 saat berada di teras rumah.
Baca juga: AKP Aryanindita Bagasatwika Mangkoesoebroto Jabat Kasatlantas Polres Tegal Kota
Baca juga: Cerita Kakak Beradik Lumpuh di Kota Tegal Ingin Dapat Vaksin Covid: Lapor RW, Diantar Pakai Becak
Baca juga: Stok Sinovac Habis, Vaksinasi Dosis Dua 27 Ribu Warga Kota Tegal Terancam Molor
Baca juga: 121.648 Warga Tegal Sudah Disuntik Vaksin, Meningkat 10 Persen Dibanding Pekan Sebelumnya
"Baunya seperti gas elpiji."
"Tapi tidak tahu dari mana sumbernya."
"Karena saya cek tabung gas kompor juga tidak mengeluarkan bau," kata Umar seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (9/8/2021).
Munculnya bau tersebut sempat membuat heboh jagat dunia maya Facebook.
Banyak yang mencari tahu dari mana asal sumber tersebut.
Kapolsek Adiwerna, AKP Sechroni menyebut, bau itu berasal dari 4 truk yang memuat drum bekas limbah senyawa kimia amonia.
Awalnya, truk tersebut melintas dan hendak meletakkan drum di sebuah lahan kosong di Desa Lemahduwur, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.
"Laporan hasil pengecekan di area tanah kosong depan SPBU Lemahduwur ada empat truk muatan drum kosong bekas limbah kimia bau amonia mirip bau gas elpiji," kata AKP Sechroni.
AKP Sechroni mengatakan, truk pengangkut drum itu dibawa dari Kabupaten Batang.
Karena sempat membuat heboh, anggota yang patroli langsung memberikan imbauan dan mengawal kembali truk ke daerah asalnya di Batang.
"Kami imbau dan kawal agar truk kembali ke asalnya ke Kabupaten Batang melalui Gerbang Tol Adiwerna," pungkasnya. (*)