Penanganan Corona

Penerapan PPKM di Purbalingga Menunjukkan Hasil Positif, Kasus Aktif Covid Turun hingga 1.500 Kasus

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Purbalingga mulai menunjukan hasil positif.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB PURBALINGGA
Wabup Sudono (kiri) bersama Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono (tengah) saat pemaparan dalam Kajian Operasional Membangun Kepemimpinan Kolaboratif dalam Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 antara tim pendamping pusat dan kabupaten di ruang Pringgitan Rumah Jabatan Bupati, Kamis (5/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Purbalingga mulai menunjukan hasil positif. Kasus aktif Covid-19 di Purbalingga tercatat mulai menurun.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Kajian Operasional Membangun Kepemimpinan Kolaboratif dalam Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 di ruang Pringgitan Rumah Jabatan Bupati, Kamis (5/8/2021).

Acara itu merupakan pertemuan pemerintah pusat dengan daerah secara virtual. Di Purbalingga, acara diikuti Wakil Bupati Purbalingga H Sudono bersama unsur Forkopimda Purbalingga dan unsur satgas Covid-19 lain.

Pada acara tersebut, setiap kabupaten/kota diminta memaparkan terkait percepatan penanganan Covid-19 didaerahnya masing-masing.

Kabupaten Purbalingga masuk dalam Grup Jateng 2 bersama Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Magelang, dan Kota Magelang.

Baca juga: Polisi Berikan Rompi Hijau Kepada PKL di Purbalingga, Jadi Relawan Peduli Protokol Kesehatan

Baca juga: 4 Jabatan Diampu Pejabat Sementara, Bupati Purbalingga Berjanji Hanya Berlangsung 2 Bulan

Baca juga: Alhamdulillah, 114.460 Keluarga Terdampak PPKM di Purbalingga Mulai Terima Bantuan Beras

Baca juga: Polisi Purbalingga Ditangkap terkait Narkoba, BNNP Jateng: Masih Dalam Pengembangan

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga drg Hanung Wikantono mengatakan, saat ini, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga mulai turun.

Dari Juli 2021 hingga hari ini, puncak harian kasus Covid mencapai 3.400 kasus aktif. Saat ini, sudah turun di angka 2.055 kasus aktif.

Di antaranya, 252 orang terkonfirmasi dirawat di sejumlah rumah sakit dan 1.803 orang melakukan isolasi mandiri, baik di rumah maupun tempat isolasi terpusat yakni di eks SMP Negeri 3 Purbalingga.

"Berbagai upaya penatalaksanaan dan upaya penurunan kasus Covid sudah dilakukan. Sehingga, alhamdulillah, saat ini, sudah mulai turun dan akan terus diupayakan penurunannya," ujar Hanung, dalam rilis, Jumat.

Selain kasus aktif, lanjut Hanung, angka kumulatif kesembuhan juga naik. Sebelumnya, tingkat kesembuhan sudah dapat mencapai 94 persen.

Pada awal merebaknya varian delta, kasus kesembuhan sempat menurun hingga hanya 73 persen dan saat ini sudah mulai naik mencapai 80 persen.

Tingkat hunian rumah sakit (BOR) rata-rata sudah pada posisi 68 persen di ruang perawatan Covid dan 85 persen ICU.

Meski demikian, angka kematian meningkat dari biasanya rata-rata 4 persen menjadi 5 persen.

"Kondisi saat ini akan terus diupayakan penurunannya. Melalui aktivitas pengendalian, misalnya terus melakukan penerapan 3M (5M) dimasyarakat, penyaluran bantuan sosial ekonomi dan layanan kesehatan, pelayanan vaksinasi dan pembentukan posko di tingkat desa/kelurahan," katanya.

Baca juga: Manfaatkan! Pemkot Tegal Hapus Denda Administrasi PBB, Berlaku 1 Agustus-30 September

Baca juga: Video Polres Tegal Tangkap Pelaku Perampokan Viral di Media Sosial, Sempat Terdengar Tembakan

Baca juga: Gelar Vaksinasi Merdeka Candi hingga 17 Agustus 2021, Polres Salatiga Sediakan 2000 Vaksin Per Hari

Baca juga: Langgar PPKM, Pemilik Warung dan Kafe di Banyumas Cuma Didenda Rp 50 Ribu Per Orang

Satgas Covid-19 Purbalingga telah menetapkan rencana aksi pengendalian untuk periode 6-31 Agustus 2021, di antaranya terus melakukan monitoring dan evaluasi 5M.

Kemudian melakukan sinkronisasi data penerima bantuan sosial dan melakukan usulan BTT untuk pembelian reagen PCR.

"Kami juga masih berupaya mengusulkan tambahan laboratorium PCR mobile kepada pemerintah pusat. Belum adanya laboratorium PCR sendiri membuat kami harus melakukan tes PCR di RSU Margono," katanya.

"Yang bisa kami lakukan hanya mengefektifkan dan mengoptimalkan PCR yang sudah ada," katanya.

Rencana lain, yaitu mengusulkan kebutuhan obat dan logistik ke pemerintah provinsi, koordinasi lintas sektoral terkait pemenuhan kebutuhan oksigen dengan provinsi, vendor. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved