Berita Banyumas
Olah Sampah Warga, TPST Rempoah Baturraden Banyumas Hasilkan Maggot untuk Dijual
Bupati Banyumas Achmad Husein mengecek tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Rempoah di Kecamatan Baturraden, Selasa (3/8/2021).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Bupati Banyumas Achmad Husein mengecek tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Rempoah di Kecamatan Baturraden, Selasa (3/8/2021).
Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Junaedi, Husein melihat dari dekat kegiatan TPST yang dikelola BUMDes tersebut. Saat ini, TPST Rempoah memperkerjakan 25 orang tersebut.
TPST tersebut memproduksi maggot dan limbah maggot yang dijadikan pupuk dan telah diujicobakan ke tanaman melon juga kolam ikan.
Manager BUMDes Rempoah Nana Supriyana mengatakan, proses pengelolaan sampah dimulai dari penjemputan sampah dari warga.
Kemudian, petugas melakukan pemilahan dalam dua kategori, organik dan anorganik.
Baca juga: Bupati Banyumas Ingin TPA BLE di Kalibagor Dilengkapi Wahana Wisata: Panorama Alamnya Indah
Baca juga: Bupati Banyumas Ajak ASN Urunan, Bantu Warga Terdampak Covid dan PPKM
Baca juga: Pemkab Banyumas Beri Kelonggaran meski PPKM Diperpanjang, Tak Ada Lagi Penyekatan di Perbatasan
Baca juga: Kebutuhan Melonjak, Setiap Konsumen di Apotek Purwokerto Hanya Boleh Membeli 1 Oksigen Portabel
Sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot. Sementara, sampah anorganik akan dipilah lagi untuk dijual.
"Saat ini, pelanggan ada 2.000 dari Rempoah ditambah lagi dari Desa Pamjien dan Kemutug Kidul. Yang baru, ada dari rumah sakit di Baturraden," kata Nana dalam rilis yang diterima, Selasa.
"Dengan mempekerjakan 25 orang, tenaga kerja kami bisa mendapat penghasilan, mungkin belum UMR, masih diangka Rp 1 juta. Tapi, kami sudah memberikan insentif dan lembur sehingga, setiap pekerja, paling tidak mendapatkan Rp 1,3 juta per bulan," imbuhnya.
Nana mengatakan, pengolahan sampah di tempat tersebut belum maksimal. Pasalnya, dalam satu pekan, pihaknya masih membuang paling tidak 3 truk sampah.
Pihaknya pun terus berusaha memaksimalkan pengolahan agar habis dikelola.
Terkait produk maggot, pihaknya baru mampu menghasilkan 60 kg maggot per hari. Meski begitu, secara keseluruhan, TPST tak lagi rugi.
Bupati Banyumas Achmad Husein mengaku senang TPST telah mandiri dan mempekerjakan 25 orang.
"TPST Rempoah sudah mandiri dan memperkerjakan 25 orang, tidak rugi dan bisa mengatasi sampah, walaupun masih ada masalah-masalah tapi bisa diatasi," katanya.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas Junadi mengatakan, saat ini, ada 23 TPST di Banyumas.
Baca juga: Cegah Klaster Keluarga, Pemkab Karanganyar Siapkan Lagi Tiga Tempat Karantina Terpusat
Baca juga: Sempat Nangis saat akan Divaksin Covid, Napi Lapas Purwokerto Banyumas: Ternyata Cuma Sakit Sedikit
Baca juga: Donor Plasma Konvalesen di Jateng Masih Rendah, Gus Yasin: Covid Masih Dianggap Aib
Baca juga: Ini Temuan Gubernur Ganjar Terkait Data Vaksinasi Covid Daerah dan Pusat yang Tak Sama
Pengelolaan TPST yang ada pun baik sehingga masing-masing bisa berdiri mandiri. Mereka mampu memenuhi kebutuhan operasional, semisal biaya listrik, pembelian perlatan dan kendaraan pengangkut sampah, hingga gaji karyawan.