Breaking News:

Berita Banyumas

Sebulan Tak Beroperasi, Usaha Angkot di Purwokerto Mati Suri. Organda: Selanjutnya PPKM Plus Plus

Para pengusaha angkutan di Purwokerto sambat setelah satu bulan tak beroperasi lantaran Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Sejumlah angkutan kota (angkot) terparkir menunggu penumpang di kompleks pertokoan Kebondalem, Purwokerto, Sabtu (21/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Para pengusaha angkutan di Purwokerto sambat setelah satu bulan tak beroperasi lantaran Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Mereka pun pasrah dengan kebijakan yang akan diambil pemerintah.

"Dari dulu kepengin protes tapi mau protes sudah begitu aturannya. Yang jelas, kami tiarap semua, ibarat sopirnya saja tidak kerja apalagi yang punya usaha," ujar Ketua Organda Banyumas, Sugiyanto, Senin (2/8/2021).

Ia mengatakan, banyak pengusaha angkutan di Banyumas yang akhirnya gulung tikar dan memilih usaha lain.

Jenis angkutan yang gulung tikar di antaranya angkutan kota, taxi, juga koperades.

Baca juga: Nasib Angkot Oranye Purwokerto, Kalah Saing dari Angkutan Daring Hingga Rencana Pengoperasian BRT

Baca juga: Rohadi Berniat Gantung Kunci, Sopir Angkot di Pemalang: Cari Rp 25 Ribu Susahnya Minta Ampun

Baca juga: Selamat! Aplikasi PSC 119 Banyumas Raih 45 Top Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB

Baca juga: Bupati Banyumas Ingin TPA BLE di Kalibagor Dilengkapi Wahana Wisata: Panorama Alamnya Indah

Sebagian pengusaha angkutan pun memilih mengandalkan usaha sampingan mereka.

"Mereka ada yang kerja sampingan juga, misalkan menjadi petani atau usaha apa yang lain," ungkapnya.

Sugiyanto mengatakan, selama PPKM, nyaris tidak transportasi umum yang beroperasi.

"Sebelum ada PPKM, angkutan wisata bisa mendapatkan Rp 125 per hari. Tapi, sempat berhenti juga dulu empat bulan karena pelarangan wisata, terus turun paling Rp 45 ribu per hari. Sekarang, ditutup lagi wisata, ya jelas tidak ada pemasukan sama sekali," jelasnya.

Sistem kerja para pengusaha angkutan ini juga tidak setiap hari full, kadang berangkat dan kadang libur.

Menurut Sugiyanto, pekerjaan sopir angkutan kota sekarang sudah hanya menjadi sambilan dengan kondisi yang sekarang ini.

Terkait perpanjangan PPKM yang belum jelas dan berubah-ubah nama, Sugiyanto memprediksikan bakal ada PPKM lanjutan.

"Nama selanjutnya adalah PPKM Plus Plus," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Berniat Cara Bambu untuk Umbul-umbul 17-an, Warga Rogodadi Kebumen Malah Temukan Mayat Pria

Baca juga: Kalahkan Pasangan China, Greysia/Apriyani Raih Medali Emas Pertama di Olimpiade Tokyo

Baca juga: Kehabisan Stok Vaksin Covid, Pemkab Semarang Minta Dinkes Provinsi Jateng segera Kirim Tambahan

Baca juga: Alhamdulillah, 114.460 Keluarga Terdampak PPKM di Purbalingga Mulai Terima Bantuan Beras

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved