Berita Kendal
PKL di Tempat Wisata Tak Punya Penghasilan, Bupati Kendal Minta Pemerintah Lakukan Relaksasi Wisata
Bupati Kendal Dico M Ganinduto meminta pemerintah pusat memberikan relaksasi kepada sektor wisata.
Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Bupati Kendal Dico M Ganinduto meminta pemerintah pusat memberikan relaksasi kepada sektor wisata. Dia pun berharap, tempat wisata boleh beroperasi lagi meski dengan pembatasan.
Dico merasa kasihan dan prihatin melihat pengelola tempat wisata, khususnya para pelaku usaha yang kini kelimpungan menyambung hidup.
Mereka tidak punya penghasilan lagi, hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah yang tidak seberapa.
"Harapan mereka dan kami, sama, supaya cepat buka. Saya bilang ke pusat, tolong siapkan skenario yang terbaik agar tempat wisata bisa buka lagi dengan pembatasan," terangnya, Minggu (1/8/2021).
Baca juga: Truk Pengangkut Kertas Terguling di Jalan Pantura Kendal. Tabrak Median Jalan, Dua Ban Depan Copot
Baca juga: Begini Cara Pengrajin Tahu di Desa Blorok Kendal Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai dan Wabah
Baca juga: Mendagri Tegur Bupati Kendal, Serapan Insentif Nakes Masih Sangat Rendah, Cuma 28 Persen
Baca juga: 85.565 Keluarga di Kendal Terima Bantuan Beras, Bupati Minta Dinsos Kawal Distribusi hingga Desa
Dico melanjutkan, jika pemerintah pusat sudah menentukan kebijakan dan skenarionya, pemerintah kabupaten siap menjalankan di tingkat daerah.
Pihaknya siap dan akan memastikan protokol kesehatan dijalankan di tempat-tempat wisata yang ada.
Dico juga berharap agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola dan menata aturan di tempat wisata.
Ia mengaku sedih jika para pelaku usaha dan UMKM di Kendal harus menelan pil pahit lagi jika penutupan wisata kembali diperpanjang.
"Agar pemerintah daerah bisa menerima, pastikan prokes terjaga dengan baik. Mohon diberikan segera relaksasi," tegasnya.
Menurut Dico, jika pemerintah daerah diberikan kewenangan membuka tempat wisata, pemda bisa mengatur dam memilah tempat wisata mana yang benar-benar siap buka secara bertahap.
"Tempat wisata khusus yang berbayar, relatif lebih bisa dikontrol. Daerah siap menerima. Saya minta, kebijakan pemerintah pusat, tolong dibuka (tempat wisata, red). Daerah bisa pilah-pilah dan mengemas kebijakan yang terbaik untuk masing-masing," tegasnya.
Sebagai ungkapan keprihatinannya, Dico bersama jajaran Forkopimda Kendal menyiapkan 3000 bantuan sembako dari gaji pribadi masing-masing.
Bantuan mulai disalurkan kepada pelaku usaha di tempat-tempat wisata terdampak Covid-19 dan para pedagang kaki lima (PKL) di pusat-pusat kota.
Ia ingin, beban warganya dapat diringankan dengan bantuan yang ada.
"Ke depan, bantuan ini akan terus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar terdampak. Kami ingin, bantuan tersalurkan dengan baik. Tidak ada istilah tumpang tindih bantuan, dan tidak ada istilah warga terdampak tidak tersentuh," tuturnya.