Olimpiade Tokyo 2020

Wow! Medali di Olimpiade Tokyo 2020 Ternyata Terbuat dari Bahan Daur Ulang Ponsel dan Laptop

Ponsel dan laptop menjadi bahan utama medali yang dibagikan kepada atlet pemenang di Olimpiade Tokyo 2020.

Editor: rika irawati
AFP/Odd ANDERSEN
Medali emas diraih perenang Amerika Serikat Caeleb Dressel dalam final renang gaya bebas putra 50 meter di Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo Aquatics Centre, Tokyo, Jepang, Minggu (1/8/2021). 

"Kami mengembangkan gerakan pengelolaan limbah untuk proyek medali dengan kerja sama dari banyak pemangku kepentingan, dari Pemerintah Jepang hingga masyarakat lokal," kata Direktur Renet Japan Group Toshio Kamakura.

Ketika proyek ini diluncurkan pada April 2017, hanya ada sekitar 600 kota yang terlibat. Pada Maret 2019, angka meningkat menjadi 1.600.

Peningkatan ini disebabkan oleh kampanye besar-besaran dan adanya titik pengumpulan untuk memudahkan warga yang ingin berkontribusi.

Namun, mengumpulkan perangkat bekas hanyalah langkah pertama.

Baca juga: Polres Brebes Gerebek Gudang Penyimpanan Daur Ulang Botol Bekas Pestisida

Baca juga: Selama PPKM, Produksi Sampah di Kota Semarang Turun 100 Ton Per Hari

Baca juga: Ingin Barter Sepatu dengan Susu Formula Anak, Pria di Laweyan Solo Ini dapat Bantuan dari Polresta

Baca juga: Bupati Banyumas Ingin TPA BLE di Kalibagor Dilengkapi Wahana Wisata: Panorama Alamnya Indah

Setelah proses pembongkaran, ekstraksi dan pemurnian oleh kontraktor, bahan daur ulang kemudian dicetak ke dalam konsep desain Junichi Kawnishi.

Kendati demikian, konsep daur ulang untuk medali bukanlah hal baru. Pada Olimpiade Rio 2016, 30 persen bahan untuk membuat medali emas dan perak diperoleh dari bahan daur ulang, seperti suku cadang mobil dan permukaan cermin.

Menyambut Olimpiade Paris 2024, dengan salah satu tema utamanya perbaikan lingkungan, ada harapan bahwa langkah Jepang ini akan menjadi preseden.

Sebagai informasi, 53,6 juta ton atau 7,3 kilogram sampah elektronik per orang diproduksi secara global pada 2019.

Angka itu setara dengan 350 kapal pesiar seukuran Queen Mary 2.

Limbah elektronik telah melonjak lebih dari seperlima dalam lima tahun terakhir di tengah meningkatnya permintaan untuk gawai, dengan sebagian besar siklus hidup yang pendek dan sedikit pilihan untuk perbaikan.

Kurang dari seperlima dari sisa akhirnya dikumpulkan dan didaur ulang dengan benar sehingga menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan yang serius. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tahukah Anda, Medali Olimpiade Tokyo 2020 Terbuat dari Daur Ulang Ponsel dan Laptop".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved