Olimpiade Tokyo 2020

Wow! Medali di Olimpiade Tokyo 2020 Ternyata Terbuat dari Bahan Daur Ulang Ponsel dan Laptop

Ponsel dan laptop menjadi bahan utama medali yang dibagikan kepada atlet pemenang di Olimpiade Tokyo 2020.

Editor: rika irawati
AFP/Odd ANDERSEN
Medali emas diraih perenang Amerika Serikat Caeleb Dressel dalam final renang gaya bebas putra 50 meter di Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo Aquatics Centre, Tokyo, Jepang, Minggu (1/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Ponsel dan laptop menjadi bahan utama medali yang dibagikan kepada atlet pemenang di Olimpiade Tokyo 2020.

Perangkat elektronik yang digunakan tersebut merupakan limbah yang kemudian didaur ulang.

Memang, bahan-bahan tersebut mengandung emas, perak, serta perunggu yang akhirnya digunakan sebagai bahan medali.

Bagi masyarakat Jepang, proyek ini menawarkan kesempatan unik untuk menjadi bagian dari Olimpiade.

"Kampanye tersebut meminta masyarakat untuk menyumbangkan perangkat elektronik usang untuk proyek tersebut," kata Juru Bicara Olimpiade Tokyo 2020 Hitomi Kamizawa, dikutip dari DW.

"Kami berterima kasih atas kerja sama semua orang," lanjut dia.

Baca juga: Dijegal Chen Long dalam Dua Gim, Langkah Sinisuka Ginting Menembus Final Olimpiade Tokyo Terhenti

Baca juga: Tokyo Berstatus Darurat Covid, Sejumlah Pertandingan Olimpiade Digelar Tanpa Penonton

Baca juga: HARI INI, 28 Tahun Lalu, Susi Susanti Raih Medali Emas Olimpiade Pertama Indonesia

Baca juga: Korea Utara Absen di Olimpiade Tokyo 2021, Beralasan Ingin Lindungi Atlet dari Krisis Kesehatan

Kumpulkan bahan daur ulang selama 2 tahun

Proyek ini memanfaatkan fakta bahwa logam mulia bernilai miliaran, seperti emas dan perak, digunakan dalam perangkat elektronik.

Ada upaya nasional di Jepang selama dua tahun untuk mengumpulkan bahan daur ulang yang cukup untuk menghasilkan sekitar 5.000 medali perunggu, perak, dan emas Olimpiade.

Proyek itu menjangkau 90 persen kota, kota kecil, dan desa di Jepang, berkat adanya situs penjemputan donasi.

Kampanye daur ulang tersebut menghasilkan 70 pon (32 kilogram) emas, 7.700 pon (3.493 kilogram) perak, dan 4.850 pon (2.200 kilogram) perunggu.

Semuanya berasal dari hampir 80 ton perangkat elektronik kecil seperti ponsel dan laptop lama.

Meskipun upaya daur ulang ini sering tampak mudah, proyek medali harus melibatkan pemerintah pusat, ribuan kotamadya, perusahaan, sekolah, dan komunitas lokal lainnya.

Salah satu perusahaan utama yang terlibat adalah Renet Japan Group dengan filosofi bisnisnya yang berkisar pada keberlanjutan.

"Kami mengembangkan gerakan pengelolaan limbah untuk proyek medali dengan kerja sama dari banyak pemangku kepentingan, dari Pemerintah Jepang hingga masyarakat lokal," kata Direktur Renet Japan Group Toshio Kamakura.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved