Berita Banyumas
Bupati Banyumas Ingin TPA BLE di Kalibagor Dilengkapi Wahana Wisata: Panorama Alamnya Indah
Bupati Banyumas Achmad Husein mengunjungi pembangunan TPA BLE di Desa Wlahar Wetan, Kabupaten Banyumas, Sabtu (31/7/2021).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Bupati Banyumas Achmad Husein mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir berbasis lingkungan dan edukasi (TPA BLE) yang sedang dibangun di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Sabtu (31/7/2021).
Bupati berharap, TPA BLE bisa dilengkapi wahana wisata.
Husein menganggap, TPA memiliki potensi wisata karena tempatnya bagus.
"Kita bisa melihat panorama alam yang indah dari atas sini," katanya dalam rilis yang diterima, Minggu (1/8/2021).
Baca juga: Oktober 2021, TPA BLE Kalibagor Banyumas Sudah Bisa Beroperasi
Baca juga: Pemkab Banyumas Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid bagi Masyarakat Umum, Begini Langkahnya
Baca juga: Warga Jatilawang Banyumas Senang, Pembangunan Jembatan Gantung Kalitajum Mulai Dikerjakan
Baca juga: Warganet Kecewa, Viral Vaksinasi di Polresta Banyumas, Justru Menimbulkan Kerumunan
Bupati berencana membangun gazebo atau tempat duduk yang terbuat dari bambu, di luar area TPA BLE. Sehingga, warga yang berwisata bisa melihat pemandangan alam dari tempat tersebut.
Husein optimistis pembangunan TPA BLE dapat mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Banyumas.
"Kalau ini sudah jadi, insyaallah persoalan sampah akan selesai di Banyumas," katanya.
Diketahui, produksi sampah di Kabupaten Banyumas mencapai 130 truk per hari.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 truk telah dikelola sejumlah kelompok swadaya masyarakat (KSM) di hanggar-hanggar pengelolaan sampah terpadu.
Sementara, 30 truk lain, nantinya masuk ke TPA BLE.
Sampah yang masuk ke TPA BLE akan dipilah antara organik dan anorganik.
Sampah organik akan dimanfaatkan untuk budi daya maggot serta dibuat sebagai kompos dan gas organik.
Sementara, sampah anorganik, khususnya plastik, akan didaur ulang menjadi pelet plastik, panel, meja, kursi, dan sebagainya karena nantinya akan dibangun pula pabrik plastik.
Husein mengatakan, pengoperasian TPA BLE akan menyerap tenaga kerja baru, sekitar 50 orang.
TPA BLE yang dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektare itu ditargetkan dapat beroperasi sekitar bulan September atau Oktober 2021.
Baca juga: Dorong Penyintas Covid Berdonor Plasma Konvalesen, Pemkab Semarang Sediakan Titik Donor di Kecamatan
Baca juga: Pulang Karantina dari Technopark Sragen, Bocah Ini Diajak Ziarah. Orangtua Meninggal Akibat Covid-19
Baca juga: Polisi Purbalingga Ditangkap terkait Narkoba, BNNP Jateng: Masih Dalam Pengembangan
Baca juga: Dua Hari Pencarian, Korban Tenggelam di Sungai Serayu Cilacap Ditemukan dalam Kondisi Tewas
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Junaidi.
Junaidi mengatakan, nantinya, TPA BLE akan dilengkapi dengan pabrik pengolahan plastik, budi daya maggot, kolam ikan, budi daya lele, kolam renang, dan sebagainya.
Produk sampah organik bisa dijadikan bubur sampah untuk budi daya maggot yang nantinya digunakan sebagai pakan lele.
Sementara, pabrik pengolahan plastik akan mendaur ulang limbah plastik.
Pembangunan TPA BLE dibiayai APBN dengan anggaran sebesar Rp 44 miliar serta dana pendamping dari APBD sebesar Rp 6,3 miliar.
Junaidi memastikan, TPA BLE tidak akan menghasilkan residu karena sampah dibakar habis dengan prinsip pirolisis.
Pirolisi adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi yang berlangsung tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas. (Tribunbanyumas/jti)