Jumat, 24 April 2026

Penanganan Corona

Begini Cara Budi Bantu Nakes, Warga Salatiga Ini Bikin Suplemen Khusus, Namanya Immunity Platinum

Bantuan berbentuk suplemen probiotik kepada para nakes telah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19, baik untuk medis di rumah sakit maupun Puskesmas.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Dua relawan sedang memasukkan cairan probiotik ke botol kemasan tetes di PT Synthesa Herba Salatiga, Jumat (30/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Pandemi virus corona (Covid-19) yang tidak kunjung selesai bahkan dampaknya kian meluas akibat munculnya varian baru.

Hal tersebut kemudian membuat Ahmad Budiharjo (66), warga Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, turut prihatin.

Pak Budi begitu banyak orang biasa menyapa, yang sejak 1983 sudah menekuni probiotik atau bakteri baik, lantas membuat suplemen khusus sebagai alternatif melawan wabah dengan nama 'Immunity Platinum'.

Baca juga: Yuliyanto Ajak ASN Pemkot Salatiga Beli Produk UMKM, Berikut Alasannya

Baca juga: 24 Warga Binaan Rutan Salatiga Gagal Terima Vaksin Covid Gara-gara Tak Miliki NIK

Baca juga: 18.936 Keluarga di Salatiga Mulai Terima Bantuan Beras dari Kemensos, Masing-masing Terima 10 Kg

Baca juga: Wali Kota Salatiga Ajak ASN Penyintas Covid Berdonor Plasma Konvalesen: Ini Kesempatan Bantu Pasien

Suplemen buatannya itu, tidak untuk dikonsumsi sendiri, melainkan dibagikan secara gratis kepada para tenaga kesehatan (nakes) atau tim medis yang menangani pasien Covid-19.

Budi mengatakan, sebagai warga negara di tengah situasi sulit tidak boleh hanya bergantung pada pemerintah.

Tetapi mestinya jika memiliki kesempatan lebih baik, melakukan hal positif yang membantu.

"Itu kira-kira awalnya, karena saya melihat banyak nakes mulai tumbang."

"Produk yang saya buat ini simbiotik dan probiotik dimana fungsinya imunomodulator."

"Karena musuh virus itu ya prokes dan imunitas tubuh," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, di rumahnya, Jumat (30/7/2021).

Menurutnya, pandemi Covid-19 merupakan masalah bersama tidak hanya Indonesia tetapi dunia.

Sehingga, selayaknya setiap anak bangsa saling bergotong royong berbuat semampunya.

Dia menambahkan, bantuan dalam bentuk suplemen probiotik kepada para nakes ini telah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19, baik untuk medis di rumah sakit maupun Puskesmas.

"Setiap hari kami produksi 3.500 botol suplemen probiotik kemasan 30 dan 10 mililiter untuk dibagikan secara gratis."

"Semua dibuat dengan proses fermentasi dari bahan-bahan alami seperti kacang hijau, kedelai, nanas, madu, kurma, beras hitam total 17 bahan," katanya.

Dia menerangkan, suplemen itu juga aman untuk dikonsumsi masyarakat atau pasien Covid-19 yang memiliki komorbid.

Sampai sejauh ini, lanjutnya, total ada sekira 130 rumah sakit dan 700 Puskesmas di seluruh Indonesia dikirim bantuan.

Pihaknya mengungkapkan, apabila diakumulasi sejak masa awal Covid-19 sampai sekarang telah ada sekira satu juta botol dibagikan, baik sasaran nakes maupun masyarakat umum.

"Siapapun yang membutuhkan suplemen probiotik ini pasti akan dipenuhi."

"Tidak usah membeli atau mengganti ongkos kirim, syaratnya hanya mencantumkan alamat pengiriman yang jelas, itu saja,” ujarnya.

Karena permintaaan bantuan baik dari lembaga maupun perorangan di berbagai daerah di Tanah Air meningkat hampir 10 kali lipat.

Saat ini, dalam memproduksi suplemen berbahan dasar herbal tersebut dilibatkan relawan.

Tak hanya itu, dirinya juga sering melakukan roadshow ke berbagai daerah, baik di Jawa Tengah maupun lainnya untuk membagi ilmu khususnya cara membuat probiotik herbal tersebut ke berbagai pedesaan.

"Bagi saya itu satu cara konkret untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi Covid-19."

"Mengapa ke desa, karena probiotik herbal ini bahan bakunya banyak tersedia di pedesaan," jelasnya.

Budi meyakini, apabila warga desa mampu mengolah sumber bahan probiotik secara mandiri, selanjutnya mereka paham melawan Covid-19 dengan imunitas tubuh.

Dengan demikian kata dia, pandemi Covid-19 dapat segera berakhir dan ekonomi cepat pulih.

Pasalnya, banyak tanaman obat tumbuh subur di desa-desa tetapi tidak semua warga tahu manfaat serta cara mengolahnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Tanpa Dites Ulang, Polres Kebumen Beri Dispensasi Perpanjangan SIM, Berikut Syarat Lengkapnya

Baca juga: Selamat! Kebumen Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Peringkat Madya

Baca juga: Napi Lapas Nusakambangan Cilacap Meninggal Akibat Covid, Kalapas: Vaksinasi bagi Napi Mendesak

Baca juga: Kreatif, Guru SMP Negeri 2 Karangpucung Cilacap Manfaatkan Lebah untuk Jelaskan Matematika

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved