Kuliner Tegal

Mengintip Proses Pembuatan Carabikang Mbak Am, Jajanan Pasar Khas di Sentra Jales Slawi Wetan Tegal

Meski di daerah lain Anda bisa menemukan jajanan sejenis namun untuk Carabikang dari Kabupaten Tegal memiliki cita rasa tersendiri.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Suami Siti Aminah (46) memanggang carabikang di rumah mereka di RT 15 RW 06, Kelurahan Slawi Wetan, Kabupaten Tegal, Senin (26/7/2021). 

Setelah adonan siap, kemudian dicetak satu per satu di tempat untuk memanggang yang telah dipanaskan di api sedang, sampai matang.

Dari proses awal membuat adonan sampai Carabikang dikemas dan siap dipasarkan, menurut Aminah, membutuhkan waktu paling tidak 1 jam.

"Per hari, untuk saat ini, saya bisa membuat kurang lebih 2.000 Carabikang, paling sedikit atau misal sedang sepi, ya sekitar 1.700 buah," katanya.

"Harganya, per buah Rp 800. Semisal ada yang mau pesan dari segi rasa lebih enak, harga beda, yaitu Rp 1.000-Rp 1.200 per buah," ujarnya.

Baca juga: Tak Punya Uang untuk Bersenang-senang, Ibu Rumah Tangga di Purbalingga Nekat Gadaikan Motor Kenalan

Baca juga: Warga Lerep Semarang Berduka, Kehilangan Bripka Broto: Beliau Sering Membayari Listrik Tempat Ibadah

Baca juga: Jadi Runner Up Grup C, Praveen/Melati Melaju ke Perempat Final Bulu Tangkis di Olimpiade Tokyo

Baca juga: Pemerintah Beri Bantuan Rp 1,2 Juta kepada UMKM Penerima Baru, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

Lokasi Aminah tinggal di RT 15 RW 06, Kelurahan Slawi Wetan, Kabupaten Tegal, memang dikenal sebagai sentra pembuat jajanan tradisional atau lebih dikenal dengan nama sentra Jales (jajanan teles).

Sehingga, tidak hanya Aminah yang sibuk saat malam hingga pagi hari tetapi tetangga di sekitar rumahnya juga.

Mereka membuat jajanan tradisional beragam rupa. Selain Carabikang, ada juga yang memproduksi onde-onde, cucur, wajik, klepon, kue dadar gulung, molen.

Sejauh ini, pemasaran baru di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya.

Ditanya apakah usahanya terdampak PPKM Darurat, Aminah mengatakan tak terdampak.

"Ya, saya, misal ada yang mau pesan, terpenting kasih info dulu, untuk jumlahnya tidak saya batasi apakah minimal 100 buah atau berapa. Misal ada yang pesan 25 Carabikang dan stok adonan masih ada, ya saya tetap buatkan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved