Berita Solo

Keliling Bawa Bronjong, Kapolsek Pasar Kliwon Solo Bagikan Sembako ke Warga Terdampak PPKM Darurat

Kapolsek Pasar Kliwon AKP Achmad Riedwan Prevoost keliling kota mengendarai sepeda motor dilengkapi bronjong, Rabu (21/7/2021).

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD SHOLEKAN
Kapolsek Pasar Kliwon Solo AKP Achmad Riedwan Prevoost membagikan sembako dan memborong masker di Jalan Jendral Sudirman Solo, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Kapolsek Pasar Kliwon AKP Achmad Riedwan Prevoost keliling kota mengendarai sepeda motor dilengkapi bronjong, Rabu (21/7/2021).

Di dalam bronjong tersebut terdapat ratusan paket bahan pokok dan makan siang.

Saat bertemu tukang becak, tukang sapu, dan masyarakat lain di Kawasan Pasar Kliwon, kapolsek membagikan paket yang dibawanya.

Berangkat dari Mapolsek Pasar Kliwon, Prevoost menggeber motornya menuju daerah sekitar Keraton Kasunanan Surakarta.

Di sana, dia berbagi dengan tukang becak, pedagang gorengan, dan penjual koran yang berada di depan Kori Kamandungan.

Baca juga: Mas Wali Kota Solo Positif Covid: Tidak Ada Gejala Apapun. Anak dan Istri Negatif

Baca juga: Berujung Minta Maaf, Pemuda asal Banjarsari Solo Komentar Negatif di Medsos Ambulans Dilempar Batu

Baca juga: Terminal Tirtonadi Solo Sediakan Layanan Swab Antigen bagi Penumpang Bus AKAP, Harganya Rp 90 Ribu

Baca juga: Resmi! Sekolah Tatap Muka di Solo Ditunda

Setelah itu, mantan Kapolsek Jaten Karanganyar itu bergeser ke depan Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta dan bertemu juru parkir serta beberapa tukang becak.

Kepada mereka, kapolsek juga membagikan paket sembako yang dibawa.

Selesai di tempat ini, Prevoost kemudian bergeser ke Jalan Pakoe Boewono dan bertemu dengan tukang sapu yang sehari-hari membersihkan jalan tersebut.

Prevoost kemudian membagikan paket sembako dan makan siang yang dibawa.

Di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di depan Benteng Vastenburg, dia bertemu penjual makser bernama Warsito.

"Ini berapa satunya?" tanya Prevoost menanyakan harga masker yang dibawa Warsito.

"Rp 1.000, Pak," jawab Warsito.

"Kalau semuanya berapa, Pak?" tanya Prevoost lagi.

"Rp 32.000, Pak," jawabnya.

"Saya beli Rp 100 ribu boleh?" ungkapnya.

"Telalu mahal," kata Warsito terharu.

Baca juga: Hujan Reda dan Banjir Mulai Surut, Akses Wangon-Cilacap Mulai Bisa Dilewati Kendaraan Roda Dua

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Berikut Aturan Bepergian Mengendarai Mobil Pribadi dan Angkutan Umum

Baca juga: Belum Dapat Solusi. Rumah Sakit di Sukoharjo Krisis Oksigen, Stok Hanya Cukup untuk Beberapa Jam

Baca juga: Kapolsek Selogiri Wonogiri Berpulang saat Jalani Perawatan Covid-19 di Rumah Sakit

Prevoost akhirnya memborong semua masker yang dijual Warsito. Warsito pun terlihat senang dan terharu dagangannya diborong kapolsek.

"Dapat sembako sama diborong ini. Senang, dagangan diborong sama Pak Polisi ini," jelasnya.

Warsito mengaku berdagang masker secara eceran di depan benteng, setiap hari.

Hasil penjualannya pun tak tentu, kadang hanya terjual dua lembar, lima lembar, atau jika beruntung, semua masker yang dibawa, ludes dibeli.

Sementara itu, AKP Achmad Riedwan Prevoost menyampaikan, pihaknya membagikan paket sembako kepada warga yang terdampak PPKM Darurat.

"Kita bagikan secara door to door. Semoga ini bisa membantu masyarakat yang sedang menjalani PPKM Darurat," jelasnya.

Dia menyampaikan, sasaran pembagian ini adalah pedagang, buruh harian lepas, tukang becak, dan sebagainya.

"Kami juga menyasar rumah-rumah yang secara ekonomi masih di bawah," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved