Breaking News:

Berita Banyumas

BNPB Keluarkan Peringatan Dini: Banyumas dan Cilacap Diminta Waspada Banjir

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan warga di Cilacap dan Banyumas akan potensi banjir pada Senin (19/7/2021).

Editor: rika irawati
DOKUMENTASI BPBD KABUPATEN CILACAP
ILUSTRASI. Banjir di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (17/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan warga di Cilacap dan Banyumas akan potensi banjir pada Senin (19/7/2021).

Peringatan bencana banjir juga dikeluarkan untuk tujuh wilayah lain di Indonesia.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Minggu (18/7/2021).

Peringatan banjir ini dikeluarkan berdasarkan analisis inaRISK dan analisis data impact based forecast dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Direktorat Peringatan Dini BNPB mengidentifikasi sejumlah wilayah dengan status waspada banjir di wilayah administrasi kabupaten dan kota hingga kecamatan," kata Abdul Muhari.

Baca juga: Kenapa Suhu Udara di Jateng Dingin, Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG

Baca juga: Intensitas Hujan Masih Tinggi saat Banjarnegara Masuk Musim Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

Baca juga: Tegal Raya Masih Diguyur Hujan saat Seharusnya Musim Kemarau? Begini Penjelasan BMKG

Baca juga: Fenomena Hujan Es di Kota Semarang, Sabtu Sore Selama Lima Menit, Berikut Penjelasan BMKG

Selain Cilacap dan Banjir, wilayah lain yang berstatus waspada banjir adalah Kabupaten Bogor, Ciamis, Cianjur, Tasikmalaya, Kota Bogor dan Pangandaran di Jawa Barat, serta Donggala di Sulawesi Tengah.

"Sejumlah wilayah tersebut termasuk daerah dengan catatan historis banjir tertinggi berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI)," ujarnya.

Oleh karena itu, BNPB meminta pemerintah daerah yang telah teridentifikasi untuk mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan.

Mulai dari memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan seperti curah hujan, tinggi muka air dan potensi wilayah terdampak.

Kemudian, koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dalam penyiapan tim siaga bencana dan sumberdaya, mengidentifikasi tempat pengungsian termasuk infrastruktur pengungsian sesuai protokol kesehatan.

Lalu, mengidentifikasi kebutuhan logistik dan peralatan, memastikan alat peringatan dini berfungsi dengan baik, dan memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi.

"BNPB juga meminta masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah berpotensi banjir untuk mengambil langkah antisipasi dan kesiapsiagaan. Langkah tersebut dilakukan di tingkat keluarga maupun komunitas," ucap dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNPB Minta 9 Wilayah Ini Waspadai Bahaya Banjir".

Baca juga: Ketua DPRD Jateng Sumbangkan Gajinya untuk Warga Terdampak PPKM Darurat, Bagikan 3,6 Ton Beras

Baca juga: Beredar Ajakan Demo Tolak PPKM Darurat di Banyumas, Polresta Banyumas Pastikan Hoaks

Baca juga: Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK 2021 Diperpanjang, Ditutup 26 Juli

Baca juga: Pemerintah Beri Bantuan Beras ke 2.226.076 Keluarga di Jateng, Penyaluran Dimulai Minggu

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved