Prakiraan Cuaca
Kenapa Suhu Udara di Jateng Dingin, Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG
Akhir-akhir ini, suhu udara di sejumlah wilayah di Jawa tengah terasa dingin. Kondisi ini, terutama terasa saat malam hingga dini hari.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Akhir-akhir ini, suhu udara di sejumlah wilayah di Jawa tengah terasa dingin. Kondisi ini, terutama terasa saat malam hingga dini hari.
Padahal, saat ini merupakan masa musim kemarau.
Terkait kondisi tersebut, Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supari mengatakan, fenomena ini sering disebut warga sebagai fenomena Bediding.
"Bediding adalah istilah yang digunakan masyarakat Jawa untuk menamai fenomena suhu udara dingin di malam hari saat musim kemarau," ujar Supari saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/7/2021).
Baca juga: Bunga Es Muncul di Gunung Lawu Karanganyar, Suhu di Puncak Diperkirakan Capai 2 Derajat Celcius
Baca juga: Rasakan Suhu Udara di Jateng Panas Akhir-akhir Ini? Begini Pejelasan BMKG
Baca juga: Intensitas Hujan Masih Tinggi saat Banjarnegara Masuk Musim Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
Baca juga: Fenomena Hujan Es di Kota Semarang, Sabtu Sore Selama Lima Menit, Berikut Penjelasan BMKG
Ia menjelaskan, saat memasuki musim kemarau, udara di malam hari akan terasa sangat dingin dikarenakan bumi melepaskan sebagian besar energi panas yang diserapnya di siang hari.
"Yang membedakan adalah, saat musim kemarau, umumnya, cuaca cerah, langit bersih dari awan," ujar Supari.
"Hal ini menyebabkan energi yang dilepaskan oleh bumi di malam hari dapat lepas ke atmofer bebas tanpa terhalang awan," lanjut dia.
Adapun proses melepas energi oleh bumi di malam hari adalah fenomena reguler yang terjadi setiap hari.
Hanya saja, jika langit sedang banyak awan, energi yang dilepaskan ini terperangkap. Akibatnya, suhu permukaan bumi terasa lebih hangat.
Sampai kapan suhu dingin berlangsung?
Supari menambahkan, bediding akan terjadi sepanjang musim kemarau dan akan terasa lebih dingin ketika puncak kemarau, saat kondisi langit benar-benar cerah dalam waktu yang lama (pembentukan awan sangat minim).
"Untuk puncak musim kemarau, mungkin tidak spesifik jatuh pada tanggal, apalagi musim di Indonesia kan tidak seragam. Tapi, secara umum, September biasanya mengalami curah hujan paling rendah," ujar Supari.
Wilayah yang mengalami suhu dingin
Supari menjelaskan, fenomena bediding tidak dialami seluruh wilayah di Indonesia, melainkan hanya terjadi pada beberapa wilayah.
"Umumnya, terjadi pada wilayah yang tipe hujannya monsunal, yaitu yang pola hujannya mengalami puncak di sekitar bulan Desember-Januari-Februari dan mengalami kondisi kering (hujan minimal) pada Agustus-September-Oktober," ujar Supari.
Baca juga: Tiba-tiba Drop saat Jalani Isolasi Mandiri, Enam Warga di Kabupaten Tegal Meninggal dalam Sepekan
Baca juga: 365 Nakes dari 38 Puskesmas di Cilacap Terpapar Covid, Layanan Dialihkan ke Puskesmas Terdekat
Baca juga: Bakal Disemprot Disinfektan, Seluruh Toko dan Pasar Tradisional di Kebumen Tutup Hari Minggu
Baca juga: Tempat Tidur Penuh, IGD RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Sementara Tak Terima Pasien Covid
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kompleks-candi-arjuna-dataran-tinggi-dieng-jawa-tengah.jpg)