Kamis, 7 Mei 2026

Prakiraan Cuaca

Kenapa Suhu Udara di Jateng Dingin, Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG

Akhir-akhir ini, suhu udara di sejumlah wilayah di Jawa tengah terasa dingin. Kondisi ini, terutama terasa saat malam hingga dini hari.

Tayang:
Editor: rika irawati
Shutterstock
ILUSTRASI. Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Akhir-akhir ini, suhu udara di sejumlah wilayah di Jawa tengah terasa dingin. Kondisi ini, terutama terasa saat malam hingga dini hari.

Padahal, saat ini merupakan masa musim kemarau.

Terkait kondisi tersebut, Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supari mengatakan, fenomena ini sering disebut warga sebagai fenomena Bediding.

"Bediding adalah istilah yang digunakan masyarakat Jawa untuk menamai fenomena suhu udara dingin di malam hari saat musim kemarau," ujar Supari saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Bunga Es Muncul di Gunung Lawu Karanganyar, Suhu di Puncak Diperkirakan Capai 2 Derajat Celcius

Baca juga: Rasakan Suhu Udara di Jateng Panas Akhir-akhir Ini? Begini Pejelasan BMKG

Baca juga: Intensitas Hujan Masih Tinggi saat Banjarnegara Masuk Musim Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

Baca juga: Fenomena Hujan Es di Kota Semarang, Sabtu Sore Selama Lima Menit, Berikut Penjelasan BMKG

Ia menjelaskan, saat memasuki musim kemarau, udara di malam hari akan terasa sangat dingin dikarenakan bumi melepaskan sebagian besar energi panas yang diserapnya di siang hari.

"Yang membedakan adalah, saat musim kemarau, umumnya, cuaca cerah, langit bersih dari awan," ujar Supari.

"Hal ini menyebabkan energi yang dilepaskan oleh bumi di malam hari dapat lepas ke atmofer bebas tanpa terhalang awan," lanjut dia.

Adapun proses melepas energi oleh bumi di malam hari adalah fenomena reguler yang terjadi setiap hari.

Hanya saja, jika langit sedang banyak awan, energi yang dilepaskan ini terperangkap. Akibatnya, suhu permukaan bumi terasa lebih hangat.

Sampai kapan suhu dingin berlangsung?

Supari menambahkan, bediding akan terjadi sepanjang musim kemarau dan akan terasa lebih dingin ketika puncak kemarau, saat kondisi langit benar-benar cerah dalam waktu yang lama (pembentukan awan sangat minim).

"Untuk puncak musim kemarau, mungkin tidak spesifik jatuh pada tanggal, apalagi musim di Indonesia kan tidak seragam. Tapi, secara umum, September biasanya mengalami curah hujan paling rendah," ujar Supari.

Wilayah yang mengalami suhu dingin

Supari menjelaskan, fenomena bediding tidak dialami seluruh wilayah di Indonesia, melainkan hanya terjadi pada beberapa wilayah.

"Umumnya, terjadi pada wilayah yang tipe hujannya monsunal, yaitu yang pola hujannya mengalami puncak di sekitar bulan Desember-Januari-Februari dan mengalami kondisi kering (hujan minimal) pada Agustus-September-Oktober," ujar Supari.

Baca juga: Tiba-tiba Drop saat Jalani Isolasi Mandiri, Enam Warga di Kabupaten Tegal Meninggal dalam Sepekan

Baca juga: 365 Nakes dari 38 Puskesmas di Cilacap Terpapar Covid, Layanan Dialihkan ke Puskesmas Terdekat

Baca juga: Bakal Disemprot Disinfektan, Seluruh Toko dan Pasar Tradisional di Kebumen Tutup Hari Minggu

Baca juga: Tempat Tidur Penuh, IGD RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Sementara Tak Terima Pasien Covid

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved