Breaking News:

Teror Virus Corona

Tiba-tiba Drop saat Jalani Isolasi Mandiri, Enam Warga di Kabupaten Tegal Meninggal dalam Sepekan

Enam warga terpapar Covid-19 di Kabupaten Tegal meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri. Peristiwa ini terjadi dalam sepekan, 1-6 Juli.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi virus Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Enam warga terpapar Covid-19 di Kabupaten Tegal meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman). Peristiwa ini terjadi dalam sepekan, 1-6 Juli.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny menjelaskan, mereka merupakan warga Kecamatan Slawi, Dukuhwaru, dan Talang.

"Hal tersebut terjadi lantaran pasien isoman bergejala ringan tiba-tiba drop dan mengalami gejala berat," kata Sarmanah, dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Perusahaan Penyuplai Oksigel Tegal Raya Kewalahan, Permintaan Terus Meningkat

Baca juga: Pemkab Tegal Siapkan Rusunawa Suradadi sebagai Tempat Karantina Terpusat Covid, Siap Awal Juli Ini

Baca juga: Satu RW di Kabupaten Tegal Di-lockdown, 40 Warga dari Klaster Takziah Positif Covid

Baca juga: Begini Cerita Awal 40 Warga Desa Tuwel di Tegal Positif Covid-19, Kabarnya Seusai Takziah

Sarmanah menduga, faktor pemicu kondisi pasien memburuk karena terinfeksi Covid-19 varian delta.

"Sekarang, banyak pasien Covid-19 yang tadinya bergejala ringan, tiba-tiba menjadi berat. Terlebih, pada mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid," kata Sarmanah.

Dia menyarankan, pihak keluarga melapor ke Satgas Jaga Tangga atau menghubungi pihak puskesmas maupun PMI Kabupaten Tegal jika pasien isoman mengalami perburukan kondisi seperti sesak napas.

"Yang isolasi mandiri di rumah memang terus kami pantau lewat Puskesmas terdekat. Ketika sudah diberi obat-obatan kondisinya memburuk, tentunya akan segera dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah mengaku telah berupaya memaksimalkan fungsi dan peran Satgas Jaga Tangga Covid-19 untuk memantau kondisi pasien isoman, satu di antaranya lewat rutin memeriksa saturasi oksigen.

Menurutnya, saturasi oksigen ini bisa digunakan sebagai indikator awal untuk memeriksa kondisi pasien.

"Jika angkanya masih di atas 95 maka isoman pada pasien Covid-19 bisa terus dilanjutkan di rumah. Tapi, jika di bawah 95 maka harus segera dirujuk ke rumah sakit atau layanan fasilitas kesehatan terdekat," terang Umi.

Baca juga: 365 Nakes dari 38 Puskesmas di Cilacap Terpapar Covid, Layanan Dialihkan ke Puskesmas Terdekat

Baca juga: Bakal Disemprot Disinfektan, Seluruh Toko dan Pasar Tradisional di Kebumen Tutup Hari Minggu

Baca juga: Tempat Tidur Penuh, IGD RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Sementara Tak Terima Pasien Covid

Baca juga: Remaja asal Sidareja Purbalingga Tewas di Sungai Gintung, Tenggelam saat Mandi bersama 5 Teman

Umi berharap, Satgas Jaga Tangga, setidaknya bisa memiliki alat pengukur saturasi oksigen yang banyak tersedia di pasaran dengan kisaran harga mulai Rp 200.000.

Ia pun menambahkan, di tengah peningkatan kasus Covid-19, cara pencegahan terbaik adalah memakai masker saat keluar rumah dan mengurangi mobilitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dr Hendadi mengungkapkan, hingga Selasa (6/7/2021), jumlah kasus aktif Covid-19 Kabupaten Tegal berjumlah 657 orang.

Terdiri dari 294 orang dirawat di rumah sakit dan 363 orang menjalani isoman. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Pasien Isoman Covid-19 di Tegal Meninggal dalam Sepekan, Awalnya Gejala Ringan".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved