Breaking News:

Berita Kebumen Hari Ini

Lima Kapal Nelayan Rusak Dihantam Ombak, Masih Bersandar di Pesisir Pantai Pedalen Kebumen

Pemkab Kebumen akan memberikan bantuan kepada nelayan, termasuk memberikan permodalan melalui kelompok nelayan. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
PEMKAB KEBUMEN
Nelayan di Pantai Ayah Kebumen menunjukkan kapal yang rusak karena ombak besar, Jumat (16/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Ombak besar yang menerjang pesisir selatan Kebumen akhir-akhir ini menyisakan duka mendalam bagi para nelayan. 

Karena kondisi itu, mereka terpaksa berhenti melaut untuk menangkap ikan.

Bahkan, ada beberapa kapal nelayan yang rusak parah karena dihantam ombak dan batu gunung.

Baca juga: Sehari Lima Sopir Travel Ditangkap Karena Pakai Sabu, Wakapolres Kebumen: Alasan Buat Doping

Baca juga: Bupati Kebumen Curhat, Arif Sesalkan Masih Banyak Warga Tak Percaya Ada Covid-19

Baca juga: 246 Warga Terdampak PPKM Darurat di Kebumen Mulai Cairkan Bansos, Masing-masing Terima Rp 500 Ribu

Baca juga: Beda dari Pemerintah Pusat, Pemkab Kebumen Tetap Tak Izinkan Tempat Ibadah Buka selama PPKM

Seperti dialami nelayan di Pantai Pedalen, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Sudah seminggu ini para nelayan di sana tidak melaut karena ombak besar.

Kapal mereka juga sebagian rusak parah. 

"Ada lima kapal yang rusak, dua masih bisa diperbaiki."

"Tetapi yang tiga kapal lainnya tidak bisa diperbaiki karena kerusakannya cukup berat."

"Nanti akan diupayakan untuk dibantu melalui dinas terkait," ujar Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (17/7/2021). 

Perbaikan kapal diperkirakan menelan biaya Rp 3 juta untuk satu kapal.

Sedangkan untuk pembelian satu kapal baru sebesar Rp 16 juta.

Pemkab Kebumen, kata Bupati, akan memberikan bantuan kepada nelayan, termasuk memberikan permodalan melalui kelompok nelayan. 

Perwakilan nelayan, Kurniawan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian kepada nelayan untuk perbaikan kapal.

Bantuan itu sangat dibutuhkan agar nelayan bisa kembali melaut. 

"Sementara ini kami memang tidak bisa bekerja karena kapal rusak," katanya. (*)

Baca juga: Cinta Ditolak Kekerasan Dilakukan, Pelaku Setubuhi Paksa Gadis Bawah Umur di Purwokerto

Baca juga: Sehari Bikin 500 Porsi di Dapur Umum Toyareka, Bantu Warga Purbalingga yang Jalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Begini Cerita Pasutri Tinggal di Hutan Desa Sigaluh Banjarnegara, Alasannya Kurangi Pikiran Negatif

Baca juga: Dirikan KPSM, Cerita Pemuda Desa Patakbanteng Wonosobo Atasi Masalah Sampah di Hulu Serayu

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved