Breaking News:

Penanganan Corona

Bupati Nilai PPKM Darurat di Banyumas Belum Efektif, Masih Ada Restauran Terima Makan di Tempat

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Banyumas dianggap kurang maksimal.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein saat ditemui di Purwokerto, Senin (5/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Banyumas dianggap kurang maksimal.

Hal itu disampaikan Bupati Banyumas Achmad Husein berdasarkan evaluasi dua hari pelaksanaan PPKM, 3-4 Juli.

Pasalnya, menurut Husein, dalam dua hari itu, pelaksanaan PPKM Darurat hanya sebatas penutupan jalan.

Sementara, masih banyak kafe dan restauran di perkotaan Purwokerto, melayani makan di tempat.

Baca juga: Masih Dicari, Seorang Bocah Hilang di Sungai Tajum Banyumas saat Mandi Bersama 3 Temannya

Baca juga: Bupati Banyumas Tantang Warga Tak Percaya Covid: Ayo, Saya Temani Lihat Pasien Covid di ICU

Baca juga: Pasien Covid Antre di IGD Sejumlah Rumah Sakit di Banyumas, Ruang Isolasi dan ICU Penuh

Baca juga: UMP Terjunkan Mahasiswa Sebagai Relawan Kesehatan, Bantu Nakes Tangani Pasien Covid-19 di Banyumas

Menurutnya, 80 persen pemilik toko masih banyak yang belum mematuhi peraturan.

"Kesimpulannya, belum maksimal. Dan rapat kali ini, dalam waktu tiga hari (PPKM darurat) ini, harus ada perubahan, ada manfaatnya dengan adanya PPKM darurat," katanya di Purwokerto, Senin (5/7/2021).

Terkait pelaksanaan ibadah, sejumlah masjid di kota sudah sangat memahami dan tutup sebagaimana mestinya.

Akan tetapi, Husein memang menyayangkan jika masih banyak ditemukan masjid-masjid di desa yang buka.

"Karena, mungkin, menganggap yang meninggal belum ada kali, ya," ujarnya.

Bupati menerangkan masyarakat harus paham betul terkait protokol Covid-19.

Termasuk, jika saat ada yang isolasi mandiri kemudian meninggal harus tetap dimakamkan menggunakan protokol Covid-19.

Hingga Senin, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Banyumas, sudah mencapai 94 persen.

Baca juga: Sebelum Terima BLT Dana Desa, Warga di Desa Jepang Kudus Ini Harus Jalani Vaksinasi Covid

Baca juga: Vaksinasi Covid di Kendal Terus Digenjot, Bupati Targetkan 75 Persen Warga Tervaksin pada Agustus

Baca juga: 25 RT di Kabupaten Semarang Dilockdwon, Bupati Minta Petugas Suplai Obat Warga yang Isoman

Baca juga: Masuk Indonesia, WNA Wajib Kantongi Surat Vaksin Covid. Berlaku Mulai 6 Juli

"Jika dikurangi dari warga luar Banyumas, sebenarnya turun bisa 60 persen," ungkapnya.

Total tempat tidur bagi pasien Covid-19 yang tersedia di Banyumas, hari ini, mencapai 1.010 dan rencananya akan tambah lagi 30 tempat tidur di RS darurat di UMP. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved