Breaking News:

Teror Virus Corona

Bupati Hartopo Heran, Kasus Covid Varian Delta di Kudus Banyak: Kok Bisa, Tertular dari Mana?

Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan, 64 sampel Covid-19 asal Kudus dinyatakan varian delta.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan, 64 sampel Covid-19 asal Kudus dinyatakan varian delta.

"Kemarin, untuk hasil dari Litbang UGM, dari 34 sampel yang dikirim, 28 yang keluar varian delta. Kemudian, dari DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten) ambil sampel 34 untuk dikirim ke Litbangkes, hasilnya 100 persen delta semua," ujar Hartopo, Jumat (18/6/2021).

Hartopo mengatakan, pihaknya akan menelusuri pemilik sampel tersebut agar tracing kontak erat bisa dilakukan. Terutama, mengetahui asal penularan Covid-19 varian dari India tersebt.

"Kok bisa (tertular) dari mana, ketemu siapa, kerjanya di mana? Apa pernah, kemarin, ada saudara yang kerja di India atau ke mana, atau pulang kerja dari luar negeri, pulang," kata dia.

Baca juga: Kudus Seolah-olah Biang Melonjaknya Kasus di Jateng, Respon Hartopo: Jadi Motivasi Kami

Baca juga: Kudus Masuk Zona Merah Penyebaran Covid, Sementara Masjid Agung Kudus Tidak Gelar Salat Jumat

Baca juga: Tingkat Keterisian RS di Kudus Sudah Capai 94 Persen, Pemdes Diminta Dirikan Tempat Isolasi Terpusat

Baca juga: Ganjar Menyapa Pasien di Rusunawa Bakalan Kudus: Keluhkan Tak Bisa Nonton Sinetron Ikatan Cinta

Sebenarnya, Hartopo mengaku heran dengan munculnya varian delta di Kudus. Sebab, posisi Kudus jauh dari bandara maupun pelabuhan.

"Padahal, kami tidak dekat bandara, bukan dekat pelabuhan. Makanya, kami, selama ini, jadi tersangka, tak anggap masih menjadi tanda tanya. Ini sebetulnya yang menjadi tersangka dulu siapa. Apakah mesti Kudus karena melonjaknya lebih awal, terus sampelnya diambil dari Kudus yang lain belum diambil," kata Hartopo.

Meski begitu, Hartopo bakal terus melakukan antisipasi. Langkah yang diambil, di antaranya, meningkatkan testing, tracing, dan treatment terhadap kasus terkonfirmasi positif.

Kemudian, semakin mengetatkan penerapan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.

"Dan kami, penekanan di PPKM mikro. Dan untuk pembatasan, mobilitas kegiatan berkerumun memang ditiadakan dulu," kata dia. (*)

Baca juga: Bupati Sragen Dorong Perluasan Vaksinasi Covid bagi Lansia, Berharap Herd Immunity Segera Terbentuk

Baca juga: Fotografer Pernikahan di Banyumas Protes: Pas Momen Ramai, Hajatan Dilarang

Baca juga: 25 Dosen dan Pegawai UNS Solo Positif Covid, Kegiatan di Kampus Dibatasi Mulai 18-25 Juni

Baca juga: Batasi Mobilitas Warga, Pemkot Semarang Tutup 8 Ruas Jalan Selama 2 Pekan. Ini Lokasinya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved