Breaking News:

Penanganan Corona

Virus Covid-19 Varian India Merebak di Kudus, Gubernur Ganjar: Lansia dan Anak-anak di Rumah Saja

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyarankan agar warga lanjut usia dan anak-anak di Kudus membatasi aktivitas di luar rumah.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau posko Covid-19 di Kudus, Minggu (13/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyarankan agar warga lanjut usia dan anak-anak di Kudus membatasi aktivitas di luar rumah. Bahkan, mereka diminta di rumah saja guna mencegah tertular virus Covid-19 varian India atau B16172.

"Ingat, varian baru sudah masuk di Kudus. Catat itu. Sudah masuk di Kudus. Kenapa penularannya cepat sekali? Maka, masyarakat mesti sadar betul," ujar Ganjar saat meninjau penanganan Covid-19 di Kudus, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Ledakan Covid di Kudus Dipicu Varian India, Aziz Imbau Warga Pakai Double Masker

Baca juga: Tracking Masif di Kudus, Sehari Bisa Capai Dua Ribu Orang, Belum Tunjukkan Penurunan Kasus

Baca juga: Pemkab Kudus Hentikan Pengiriman Warga Positif Covid ke Asrama Haji Donohudan, Jumlah Bed Menipis

Baca juga: Pulang Jagong dari Kudus, 8 Warga Paranggupito Wonogiri Positif Covid-19

Dengan adanya varian baru yang dinilai lebih cepat menular, Ganjar juga mengusulkan agar selama lima hari, warga berada di rumah.

"Saya mengusulkan, kalau perlu, lima hari, semua di rumah saja. Orangtua lansia, jangan keluar rumah. Anak-anak, jangan keluar rumah, ya. Yang keluar rumah itu betul-betul kalau penting. Sekali lagi, kalau penting betul. Maka, yang lain, work from home, dibanyakin saja," ujar dia.

Ganjar memastikan, varian baru Covid-19 masuk ke Kudus setelah dilakukan genome sequencing.

Saat ini, varian baru Covid-19 belum terdeteksi di daerah lain di Jawa Tengah, kecuali di Kudus.

"Baru yang sampel dari sini. Kami akan lakukan banyak lagi sampel di tempat lain. Tapi, saya curiga dengan pergerakan tiga pekan sebelumnya, hanya tiga kabupaten, terus bertambah delapan dan ini 11. Perasaan saya, waktu itu yakin, ini pasti varian baru," katanya.

Baca juga: Pedagang di Pasar Karangayu Semarang Resah, Pajak Sembako Menurunkan Daya Beli Warga

Baca juga: Kupat Bongkok, Menu Sarapan Khas Tegal: Ada Tekstur Kenyal dan Rasa Pedas Manis

Baca juga: Bertambah 29 Kasus dalam Satu Hari, Kabupaten Semarang Kini Berstatus Zona Merah Penularan Covid-19

Baca juga: Hilang Kendali, Truk Trailer Tabrak Tempat Cucian dan 2 Mobil di Jalan Pantura Kendal

"Dan ini, kami mintakan karena Kudus yang pertama. Dan pusat sudah merilis soal ini. Maka, ini serius untuk semuanya. Jangan pernah melepas masker. Apalagi, ketika kita berkerumun banyak orang," ujar Ganjar.

Menanggapi usulan Ganjar terkait lima hari di rumah, Bupati Kudus HM Hartopo akan menindaklanjuti.

"Nanti, kami buat surat edaran. Hari ini, kami buat. Untuk malam nanti bisa diedarkan. Biar Senin (14/6/2021) bisa ditindaklanjuti" kata Hartopo. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved