Breaking News:

Berita Bisnis

Pedagang di Pasar Karangayu Semarang Resah, Pajak Sembako Menurunkan Daya Beli Warga

Rencana pemerintah memungut pajak pertambahan nilai (PPN) pada barang kebutuhan pokok menimbulkan kekhawatiran pedagang di Kota Semarang.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IDAYATUL ROHMAH
Rohman (42), pedagang sembako di Pasar Karangayu, Kota Semarang, saat ditemui, Sabtu (12/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Rencana pemerintah memungut pajak pertambahan nilai (PPN) pada barang kebutuhan pokok menimbulkan kekhawatiran pedagang di Kota Semarang.

Satu di antaranya, Rohman (42), pedagang sembako di Pasar Karangayu Semarang.

Rohman mengaku khawatir, penerapan PPN atas bahan pokok membuat harga komoditas tersebut melonjak.

Padahal, perekonomian saat ini belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19.

"Tidak hanya berat, ini bisa mematikan rakyat kecil. Seperti kuli di pasar, pendapatan sehari Rp 50 ribu untuk beli beras 2 kg saja sudah habis hampir separonya. Belum, nanti, kalau ada pajak. Terus, lainnya makan apa? Ini jelas tidak masuk," kata Rohman saat ditemui di Pasar Karangayu Semarang, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: Pemerintah Berencana Pungut PPN Atas Sembako, YLKI Protes

Baca juga: Sembako Bakal Dikenai PPN, Pedagang Pasar Jateng: Jangan Tambah Penderitaan Kami

Baca juga: Sembako Bakal Kena Pajak, Ganjar Sebut Kebangetan Kalau Dilakukan

Menurutnya, kenaikan harga sembako bakal berdampak pada semakin turunnya daya beli masyarakat.

"Takutnya, nanti pelanggan, berkurang. Harga sekarang saja, banyak konsumen yang protes," keluhnya.

Hal senada juga diakui Indriyanti, pedagang di pasar Johar Semarang.

Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih memperhatikan rakyat kecil.

Ia menolak beban pajak atas bahan pokok dirasakan rakyat kecil.

"Orang kecil, seperti kami, seharusnya dilindungi. Kecuali, ekonomi sudah mapan dan pendapatan masyarakat tinggi," ungkapnya.

Dia berharap, pemerintah meninjau ulang rencana pemungutan PPN atas bahan pokok.

"Kalau semua dipajaki, demo besar-besaran," ucap Rohman. (*)

Baca juga: Kupat Bongkok, Menu Sarapan Khas Tegal: Ada Tekstur Kenyal dan Rasa Pedas Manis

Baca juga: Bertambah 29 Kasus dalam Satu Hari, Kabupaten Semarang Kini Berstatus Zona Merah Penularan Covid-19

Baca juga: Hilang Kendali, Truk Trailer Tabrak Tempat Cucian dan 2 Mobil di Jalan Pantura Kendal

Baca juga: Dua Kali Bertemu Iran di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamboja Dihajar 24 Gol

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved