Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Mengintip Budaya Ngelelet di Lasem Rembang, Melukis Pola Batik di Batang Rokok Gunakan Ampas Kopi

Memakai batang korek api yang diruncingkan ujungnya, Nur Kholis tampak terampil menggoreskan motif batik pada batang rokok.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Pola batik yang digambar Nur Kholis menggunakan ampas kopi pada sebatang rokok. 

"Kemudian ampas ini diberi tisu untuk mengurangi kadar airnya."

"Setelah itu kami beri susu kental manis atau gula Jawa sebagai perekat, kalau tanpa itu mudah rontok."

"Kemudian kami aduk sampai merata, baru diaplikasikan pada rokok,” kata dia.

Dia menambahkan, tingkat kekentalan ampas rokok mesti disesuaikan dengan hasil yang diinginkan.

“Kalau melukis dengan tusuk gigi atau batang korek harus jangan terlalu encer, kalau ngeblok atau menggunakan benang harus encer."

"Biasanya menggunakan benang kami celupkan, kaitkan ke rokok lalu ditarik untuk mendapat efek gradasi tebal-tipis,” tutur Nur Kholis.

Sementara, anggota DPD ASITA DIY, Meyra Marianti menilai, ngelelet rokok sebagai kegiatan yang mendukung pariwisata di Lasem Rembang.

“Satu destinasi bisa berkembang karena ada keunikan yang tidak sama dengan destinasi lain."

"Terlebih ngelelet ini telah menjadi napas, keseharian masyarakat setempat."

"Luar biasa, melalui ini bisa memberdayakan masyarakat lokal."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved