Breaking News:

Penanganan Corona

Kemenkes Ambil Sampel 75 Pasien Corona di Kudus, Antisipasi Merebaknya Virus Covid Varian Baru

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil 75 sampel dari warga positif Covid-19 di Kudus untuk dilakukan genome sequence.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Prima Yosephine saat ditemui di Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (4/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil 75 sampel dari warga positif Covid-19 di Kudus untuk dilakukan genome sequence.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah lonjakan kasus di Kudus terjadi karena virus varian baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Prima Yosephine, mengatakan, pengambilan sampel tersebut dilakukan mulai pekan lalu.

"Jadi, butuh waktu dua pekan (untuk hasilnya)," ujar Prima saat ditemui di Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: 7 TNI Diterjunkan di Setiap Desa Berstatus Zona Merah di Kudus, Ingatkan Warga Terapkan Prokes

Baca juga: Polda Jateng Kerahkan 8 Water Cannon, Siap Semprotkan Disinfektan di Seluruh Sudut Kudus

Baca juga: Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Kami Kirim 48 Relawan Nakes Berikut Kebutuhan Lainnya ke Kudus

Baca juga: 189 Nakes di Kudus Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia

Prima menjelaskan, pengambilan sampel menyasar pada pasien positif yang memilik cycle threshold (CT) rendah.

"Jadi, pasien positif kan ada yang CT-nya rendah. Yang CT-nya rendah untuk genome sequence," kata dia.

Menurutnya, jika nantinya ditemukan varian baru, langkah antisipasi penularan Covid-19 yang dilakukan tetap sama, yakni disiplin protokol kesehatan.

Sementara, untuk tata laksana penanganan, tetap dilakukan testing, tracing, dan treatment. Selanjutnya, isolasi, karantina, lalu vaksinasi.

Untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 yang saat ini terjadi di Kudus, Kemenkes telah menggelontor 50 ribu alat rapid antigen.

Selain itu, ada tambahan 50 ribu dosis vaksin. Dosis sebanyak itu kemungkinan akan ditambah lagi.

"Saran kami, 50 ribu itu untuk dosis satu. Nanti kan 28 hari untuk dosis keduanya," kata dia.

Karena Kudus mengalami lonjakan kasus yang signifikan, Prima menyarankan vaksinasi dilakukan berdasarkan wilayah yang memiliki angka kasus tinggi.

"Kami berkoordinasi dengan teman-teman dinas. Jadi, kecamatan mana dulu, tergantung tingginya kasus. Makanya, dibutuhkan analisa," kata dia. (*)

Baca juga: Pemkab Purbalingga Bakal Bangun Gapura Masuk Bandara JB Soedirman, Butuh Dana Rp 500 Juta

Baca juga: Jumlah Pencari Kartu Kuning Melonjak, Dispernaker Salatiga Berharap Sinyal Positif Dunia Kerja

Baca juga: KRONOLOGI 22 Polisi Polsek Cilongok Banyumas Positif Covid, Terdeteksi saat Bhabinkamtibmas Tes PCR

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 4 Juni 2021: Rp 997.000 Per Gram

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved