Breaking News:

Berita Semarang

Kantor Kelurahan Bambankerep Kosong saat Jam Kerja Mulai, Wali Kota Semarang: Pagi-pagi Kena Prank

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi merasa tertipu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Kelurahan Bambankerep di Kecamatan Ngaliyan.

Tangkap Layar Instagram @hendrarprihadi
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan sidak di Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Rabu (2/6/2021). Dalam video yang diunggah di Instagram itu, wali kota mendapati kantor dalam keadaan kosong meski jam kerja sudah dimulai. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi merasa tertipu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Kelurahan Bambankerep di Kecamatan Ngaliyan, baru-baru ini.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @hendrarprihadi, Hendi, sapaannya, tak mendapati satu pun pegawai kelurahan meski di pintu kaca kelurahan tertera tulisan 'Buka'.

Tak hanya di bagian depan kantor, saat Hendi masuk ke ruang kerja yang ada, Hendi hanya menemukan ruang kosong.

Dalam video tersebut memang tak menunjukan pukul berapa wali kota sidak ke kantor tersebut. Hendi hanya mengatakan, dia datang pagi-pagi.

"Pagi-pagi kena prank. Kirain emang buka lebih cepat," tulisnya dalam caption Instagram.

Baca juga: Kios Judi Togel Menjamur di Candisari Kota Semarang, Satpol PP Turun Tangan

Baca juga: Tiga Rumah Sakit di Kota Semarang Mulai Layani Pasien Covid-19 dari Kudus, Kapasitas Masih Mencukupi

Baca juga: HOAKS: Pendaftaran Vaksinasi bagi Warga Umum Umur 18-59 Tahun, Ini Penjelasan Dinkes Kota Semarang

Baca juga: 484 Pegawai Diputus Kontrak, Tidak Patuh Aturan Pemkot Semarang, Nekat Mudik Saat Lebaran

Saat dikonfirmasi, Hendi mengaku video itu diambil saat dirinya tengah melakukan sidak pelayanan publik di Kecamatan Ngaliyan.

Dia mencoba mencek beberapa kelurahan dan menjumpai pegawai disiplin karena sudah tiba di kantor sebelum pukul 08.00 WIB.

"Tapi, ternyata, kemudian di salah satu kelurahan ada yang pegawainya belum datang. Ada satu penjaga malam dan cleaning service, tapi staf pegawainya belum ada," ungkap Hendi.

Hendi mengatakan, sidak tersebut dilakukan pada Rabu (2/6/2021).

Hendi mengaku tiba di kantor kelurahan tersebut puku 07.50 WIB. Dia pun menunggu hingga pukul 08.00 WIB namun pegawai kelurahan belum juga datang.

"Saya datang pukul 08.00 kurang 10. Tapi, saya tunggu sampai pukul 08.00, Pak Lurah belum juga datang," ujarnya.

Baca juga: Polsek Cilongok Banyumas Di-Lockdown, Layanan SKCK dan Pelaporan Dialihkan ke Mobil BLKK

Baca juga: Kemenkes Ambil Sampel 75 Pasien Corona di Kudus, Antisipasi Merebaknya Virus Covid Varian Baru

Baca juga: Pemkab Purbalingga Bakal Bangun Gapura Masuk Bandara JB Soedirman, Butuh Dana Rp 500 Juta

Baca juga: Jumlah Pencari Kartu Kuning Melonjak, Dispernaker Salatiga Berharap Sinyal Positif Dunia Kerja

Atas temuan itu, Hendi meminta Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang melakukan pembinaan terhadap para pegawai pemerintahan agar lebih disiplin.

Dia tidak ingin, kantor pelayanan kosong tanpa satupun staf yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Pasti nanti dilakukan pembinaan, alasannya apa. Kalau misal alasannya ada koordinasi di kecamatan, ya boleh lah. Tapi, kenapa harus sampai kosong? Perlu ada satu atau dua staf yang standby," pintanya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved