Breaking News:

Penanganan Corona

Vaksinasi Massal di Kota Salatiga, Target Tiga Hari Ada Enam Ribu Orang Sudah Disuntik

Vaksinasi massal di Salatiga menyasar sejumlah kelompok mulai tenaga pendidikan, perhotelan, dan organisasi perangkat daerah (OPD).

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Tenaga medis saat menyuntikkan vaksin Covid-19 ke peserta dalam vaksinasi massal di Gedung Dinas Perkebunan Provinsi Jateng Jalan Hasanuddin Kota Salatiga, Rabu (2/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Guna percepatan vaksinasi virus corona (Covid-19) Pemkot Salatiga melaksanakan vaksinasi massal selama tiga hari, mulai Rabu (2/6/2021) hingga Jumat (4/6/2021).

Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraidah mengatakan, vaksinasi menyasar sejumlah kelompok mulai tenaga pendidikan, perhotelan, dan organisasi perangkat daerah (OPD).

"Kami siapkan 6.000 dosis vaksin."

"Kemudian kami targetkan dalam sehari dua ribu orang terlayani selama vaksinasi massal ini," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: 4.000 Guru Sudah Masuk Daftar Vaksinasi Tahap Pertama, Pemkot Salatiga: Mulai 2 Juni 2021

Baca juga: Istri Gugat Suami Mendominasi Kasus Perceraian di Salatiga, Penyebabnya Karena Ini

Baca juga: Pemkot Salatiga Bagi-bagi Parsel, Didapat dari 5 ASN yang Melaporkan Menerima Gratifikasi Lebaran

Baca juga: RSUD Salatiga Tambah 56 Tempat Tidur Pasien Covid-19, Riani: Bagian Antisipasi Lonjakan Kasus

Menurut Zuraidah, pelayanan vaksinasi massal dilayani mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 dengan melibatkan 48 tenaga kesehatan.

Dia menambahkan, adapun pelayanan vaksinasi khusus warga lanjut usia (lansia) telah tercapai sekira 62,8 persen dan terus dilakukan penyuntikan melalui perwakilan Puskesmas masing-masing kecamatan.

"Angkanya terus bergerak, untuk keseluruhan capaian vaksinasi di Kota Salatiga sampai sekarang sebanyak 39 ribu orang," katanya.

Seorang peserta vaksinasi massal, Rusmanto (39) warga Kelurahan Klaseman, Kecamatan Sidomukti senang karena mendapat kuota vaksinasi virus corona.

Dia yang berprofesi sebagai guru kerapkali khawatir apabila pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan tetapi belum pernah sama sekali disuntin vaksin Covid-19.

"Rasanya lega ya, lebih tenang kebetulan saya ini guru."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved