Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Pemkab Kendal Masih Tutup Stadion Tiap Minggu, Hindari Kerumunan Warga di Akhir Pekan

Khusus pada Minggu, Disporapar Kabupaten Kendal belum membuka stadion untuk umum, dikhawatirkan terjadi kerumunan warga yang tidak bisa dibendung.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Warga sedang melakukan joging di halaman depan Stadion Utama Kendal, Selasa (1/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Disporapar Kabupaten Kendal masih menutup pelayanan fasilitas olahraga bagi masyarakat umum di Stadion Utama Kendal setiap Minggu.

Komitmen ini masih terus dipegang dinas sejak dibukanya kembali stadion pasca ditutup sepanjang pandemi Covid-19.

Plt Kepala Disporapar Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, Stadion Utama Kendal di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal itu pada prinsipnya sudah dibuka dengan pembatasan ketat.

Baca juga: Ini Pentingnya UMKM Miliki Izin PIRT Menurut Kun Cahyadi, Kendal Baru 2.300 Pelaku Usaha

Baca juga: Target Disdikbud Kendal: 50 Persen Guru Sudah Disuntik Vaksin Sebelum Tahun Ajaran Baru

Baca juga: 106 Lansia Desa Ngareanak Sudah Divaksin, Sekda Kendal: Tracking Harus Dilanjutkan

Baca juga: Tertangkap Kamera Melanggar Lalu Lintas, 317 Pengendara di Kendal Dapat Surat Cinta dari Polres

Khusus pada Minggu, pihaknya belum membuka stadion untuk umum, dikhawatirkan terjadi kerumunan warga yang tidak bisa dibendung.

Kata Wahyu, sejak pandemi Covid-19 melanda, intensitas penggunaan sarana prasarana olahraga di dalam stadion oleh masyarakat Kendal menurun.

Hanya saja, setiap Minggu terjadi penumpukan pedagang kaki lima (PKL) di depan stadion yang mengundang keramaian. 

Pihaknya tidak mau mengambil risiko dengan membuka stadion, agar tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Sampai saat ini stadion dengan sejumlah fasilitas olahraga untuk umum baru bisa diakses setiap Senin-Sabtu, namun dengan pembatasan."

"Nah untuk Minggu masih kami tutup, karena di depan saat pagi banyak pedagang yang mengundang kerumunan."

"Kami antisipasi agar tidak jadi klaster baru, supaya kasus Covid-19 di Kendal tidak melonjak," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (1/6/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved