Breaking News:

Berita Cilacap Hari Ini

Cilacap Mulai Dilanda Kekeringan, Ada Enam Desa di Tiga Kecamatan

Tahun ini Pemkab Cilacap mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 90 juta untuk penyaluran bantuan air bersih.

TRIBUN TIMUR/muhammad abdiwan
ILUSTRASI bencana kekeringan di wilayah Indonesia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Memasuki musim kemarau tahun ini, enam desa di Kabupaten Cilacap, mulai mengalami kekeringan.

Kalakhar BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, keenam desa tersebut tersebar di tiga kecamatan.

Yaitu Kecamatan Kawunganten, Patimuan, dan Gandrungmangu.

Baca juga: Gempa 6,2 SR Dirasakan Warga Hingga Wilayah Cilacap, Berpusat di Blitar Pukul 19.09

Baca juga: Kebutuhan untuk Industri Meningkat, Perumdam Tirta Wijaya Cilacap Gandeng Swasta Sediakan Air Bersih

Baca juga: Pengurus Forum Anak Cilacap Periode 2020-2022 Dilantik, Ini Pesan Bupati

Baca juga: Selamat, Cilacap Raih Penghargaan WTP Kelima dari BPK

"Di Kecamatan Kawunganten ada satu desa yang mengalami kekeringan, yaitu Desa Bojong," kata Tri seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (21/5/2021).

Kemudian di Kecamatan Patimuan terdapat dua desa yang mengalami kekeringan, yaitu Desa Rawaapu dan Purwodadi.

Kekeringan terbanyak terjadi di Kecamatan Gandrungmangu.

Di wilayah tersebut terdapat tiga desa yang mengalami kekeringan, yaitu Desa Gintungreja, Cisumur, dan Cinangsi.

Di ketiga desa tersebut terdapat sebanyak 5.427 jiwa yang mengalami krisis air bersih.

"Kami sudah droping air bersih di Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten sebanyak empat tangki," ujar Tri.

Sedangkan untuk lima desa lainnya, kata Tri, BPBD akan mengirimkan bantuan air bersih secara terjadwal mulai Senin (24/5/2021).

Tri menambahkan, tahun ini Pemkab Cilacap mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 90 juta untuk penyaluran bantuan air bersih.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap, terdapat 73 desa yang rawan bencana kekeringan.

Desa-desa tersebut tersebar di 19 kecamatan. (*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul 6 Desa di Cilacap Mulai Kekeringan, Ribuan Jiwa Krisis Air Bersih

Baca juga: Polisi Datangi Angkringan hingga Kafe di Purwokerto, Lakukan Tes Antigen ke Pelayan dan Pengunjung

Baca juga: Bupati Purbalingga Minta OPD Prioritaskan Pembangunan Fisik dari DAK: Jangan Sampai Kembali ke Pusat

Baca juga: Selamat, Dawet Ayu Banjarnegara Jadi Minuman Tradisional Terpopuler, Ajang API Awards 2020

Baca juga: Pengusaha Carica di Dieng Wonosobo Kembali Harus Gigit Jari Tahun Ini, Imbas Larangan Mudik Katanya

Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved