Berita Kriminal Hari Ini
Warga Dusun Paponan Temanggung Belum Percaya, Orangtua Aisyah Tega Bunuh Anaknya, Ini Kata Mereka
Ketua RT 02 RW 03 Dusun Paponan, Mustakim mengatakan, korban setahunya tidak nakal, sebagaimana yang disangkakan keterangan tersangka dukun.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
Sang ayah korban, Marsidi juga dikenal sebagai pekerja yang ulet.
Berdasarkan keterangan sejumlah rekan kerjanya, lanjut Mustakim, ayah korban merupakan karyawan teladan dengan datang lebih awal dan pulang pada waktunya.
"Kalau istrinya atau ibu korban, sehari-hari menjahit."
"Dados (jadi) semuanya kaget, mboten nyongko kejadian itu (tidak menyangka kejadian itu)," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (20/5/2021).
Selama ini, terang Mustakim, warga tidak melihat atau mendengar hal-hal yang berbeda dari kebiasaan keluarga Marsidi.
Bahkan, tetangga terdekatnya pun tidak mendapati gelagat aneh pada keluarga Marsidi.
Begitupun tidak mencium bau mayat atau bau menyengat semacamnya sehari-hari.
Mustakim memastikan bahwa ia tidak terlalu mengenal siapa dukun dan asistennya.
Menurutnya, kedua orang yang ikut ditetapkan sebagai tersangka itu tidak dikenal sebagai dukun atau ahli spiritual.
Melainkan seorang karyawan swasta yang tinggal di dusun lainnya di Desa Bejen.
"Ya setelah kejadian itu, suasana di sekitar masih baik-baik saja."
"Kakak korban saat ini dibawa keluarga kakeknya di Congkrang."
"Cuma, kalau malam hari biasanya habis magrib dan isya masih ramai, tapi saat ini warga memilih di rumah, agak sepi dari biasanya."
"Untuk tahlilan mendoakan korban tetap kami laksanakan sampai 7 hari bertempat di rumah saudara Marsidi," tuturnya.

Baca juga: Selamat! Banjarnegara Peroleh Nilai Tertinggi di Jateng, 8 Kali Berturut-turut Raih WTP Sejak 2013
Baca juga: Pemprov Jateng Terjunkan Tim Ahli, Ambil Sampel Kasus Kematian Akibat Covid-19
Kronologi Terungkapnya Pembunuhan Versi Warga