Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Warga Dusun Paponan Temanggung Belum Percaya, Orangtua Aisyah Tega Bunuh Anaknya, Ini Kata Mereka

Ketua RT 02 RW 03 Dusun Paponan, Mustakim mengatakan, korban setahunya tidak nakal, sebagaimana yang disangkakan keterangan tersangka dukun.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Saat keempat tersangka digelandang di Mapolres Temanggung, Rabu (19/5/2021). 

Bahkan, tetangga terdekatnya pun tidak mendapati gelagat aneh pada keluarga Marsidi.

Begitupun tidak mencium bau mayat atau bau menyengat semacamnya sehari-hari.

Mustakim memastikan bahwa ia tidak terlalu mengenal siapa dukun dan asistennya.

Menurutnya, kedua orang yang ikut ditetapkan sebagai tersangka itu tidak dikenal sebagai dukun atau ahli spiritual.

Melainkan seorang karyawan swasta yang tinggal di dusun lainnya di Desa Bejen. 

"Ya setelah kejadian itu, suasana di sekitar masih baik-baik saja."

"Kakak korban saat ini dibawa keluarga kakeknya di Congkrang."

"Cuma, kalau malam hari biasanya habis magrib dan isya masih ramai, tapi saat ini warga memilih di rumah, agak sepi dari biasanya."

"Untuk tahlilan mendoakan korban tetap kami laksanakan sampai 7 hari bertempat di rumah saudara Marsidi," tuturnya.

Gelar perkara kasus pembunuhan Aisyah (7) warga Bejen, Temanggung, Rabu (19/5/2021) di Mapolres Temanggung.
Gelar perkara kasus pembunuhan Aisyah (7) warga Bejen, Temanggung, Rabu (19/5/2021) di Mapolres Temanggung. (TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM)

Baca juga: Selamat! Banjarnegara Peroleh Nilai Tertinggi di Jateng, 8 Kali Berturut-turut Raih WTP Sejak 2013

Baca juga: Pemprov Jateng Terjunkan Tim Ahli, Ambil Sampel Kasus Kematian Akibat Covid-19

Kronologi Terungkapnya Pembunuhan Versi Warga

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved