Berita Kriminal Hari Ini
Warga Dusun Paponan Temanggung Belum Percaya, Orangtua Aisyah Tega Bunuh Anaknya, Ini Kata Mereka
Ketua RT 02 RW 03 Dusun Paponan, Mustakim mengatakan, korban setahunya tidak nakal, sebagaimana yang disangkakan keterangan tersangka dukun.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
Ketua RT 02 RW 03 Dusun Paponan, Mustakim menjelaskan, awal mula terungkapnya Aisyah (7), yang meninggal sejak 4 bulan diketahui sejak Sabtu (15/5/2021) malam.
Saat itu, Mustakim menceritakan, keluarga nenek korban bersilaturahmi kepada keluarga kakek korban yang berada di Desa Congkrang dalam suasana Lebaran.
Namun, Aisyah tetap tidak dijumpai di Congkrang, sementara orangtua Aisyah menyebut anaknya dititipkan di rumah kakeknya.
"Kemudian keluarga dari Congkrang datang ke Bejen cari tahu keberadaan Ais (Aisyah)."
"Orangtuanya tetap tidak mengatakan."
"Malamnya, ayah korban panggil kakek korban datang ke rumah."
"Dilihatkan kamar yang di dalamnya sudah ada jasad di atas tempat tidur, di situ ada dukunnya juga."
"Katanya sih si dukun bilang, Ais akan segera kembali hidup," terang Mustakim kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (20/5/2021).
Dia melanjutkan, sang kakek bersedia menunggu janji sang dukun hingga Minggu (16/5/2021).
Namun, sang kakek tak kunjung mendapatkan kabar lebih lanjut.
Katanya, kakek korban pun curiga ada suatu hal yang disembunyikan tentang keberadaan cucunya.
Sang kakek pun melaporkan kejadian itu kepada Kades Congkrang diteruskan kepada Kades Bejen.
"Saya waktu itu malam Senin kaget ditelepon Kadus ikut rapat bareng perangkat desa."
"Kemudian disepakati datang bareng-bareng ke rumah Marsidi."
"Semuanya kaget langsung melapor ke Polsek Bejen, terus ditangani kepolisian," katanya.