Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Kronologi Ruwatan Berujung Kematian di Bejen Temanggung, Dukun Sebut Anak Marsidi Titisan Genderuwo

Yang menyuruh atau inisiatif pelaku H atau dukun untuk meruwat beberapa kali karena dianggap nakal dan dikhawatirkan bisa meresahkan masyarakat.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Saat keempat tersangka digelandang di Mapolres Temanggung, Rabu (19/5/2021). 

"Selanjutnya dibantu Kades dan masyarakat mencari keberadaan Haryono dan Budiono di rumah masing untuk ditangkap di Polres Temanggung," terangnya.

Dari hasil penyidikan keterangan 4 tersangka, Haryono menyebut bahwa anak itu nakal dan keturunan dari gendoruwo.

Disarankan agar bisa sembuh harus dibersihkan dengan cara meruwat.

Setelah diruwat dua kali, korban tak sadarkan diri dan diletakkan di tempat tidur.

Gelar kasus perkara pembunuhan bocah di wilayah hukum Polres Temanggung, Rabu (19/5/2021).
Gelar kasus perkara pembunuhan bocah di wilayah hukum Polres Temanggung, Rabu (19/5/2021). (TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM)

Kata AKP Setyo, sang dukun berjanji kalau dia bisa mengembalikan korban hidup kembali dan sembuh dari pengaruh makhluk gaib.

Namun, sang dukun tidak bisa berjanji berapa lama waktu yang harus ditempuh.

"Dukun ini tidak bisa janji kapan waktu korban bisa hidup kembali."

"Ditemukan bukti tisu yang digunakan orangtua korban untuk merawat jazad anaknya bergantian," ujarnya.

Polisi juga menyita barang bukti parfum atau pengharum ruangan yang diletakkan di kamar tempat korban dibaringkan.

"Jadi selama ini masyarakat tidak tahu dan tidak mencium bau mayat."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved