Breaking News:

OTT Bupati Nganjuk

Bupati Nganjuk dan 4 Camat Resmi Jadi Tersangka: Jual Beli Jabatan Dipatok Rp 2 Juta-Rp 50 Juta

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk, bersama empat camat.

Tangkapan layar YouTube Kompas TV
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat resmi sebagai tersangka kasus jual beli jabatan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK dan Bareskrim Polri, Senin (10/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk, bersama empat camat dan ajudan Novi.

Dalam kasus tersebut, Novi mematok harga jabatan mulai Rp 2 juta hingga Rp 50 juta.

Saat ini, Novi dan tersangka lain ditahan di Bareskrim Polri.

"Jadi bervariasi antara Rp 2 juta sampai Rp 50 juta," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung Kompas TV, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Tertangkap OTT KPK, Bupati Nganjuk Diamankan Bersama 9 Orang. Diduga Terkait Kasus Jual Beli Jabatan

Baca juga: Mantan Kades Seret Dua Perangkatnya, Bantu Korupsi Dana Desa di Nganjuk, Kini Berstatus Tersangka

Baca juga: Penyidik KPK Terima Suap Rp 1,5 Miliar, Janji Hentikan Penyelidikan Kasus Wali Kota Tanjungbalai

Argo menjelaskan, jabatan seharga Rp 2 juta berlaku untuk kepala desa. Semakin tinggi posisi jabatan, patokan nilainya pun kian meningkat.

"Jadi, untuk setorannya bervariasi ya, karena juga ada dari desa yang dia kumpulkan. Kalau jadi kepala desa ada yang Rp 2 juta dan juga ada dikumpulkan naik ke atas desa ke kecamatan. Juga ada yang Rp 15 juta, 50 juta juga ada," kata Argo.

Argo menambahkan, penyidik masih mendalami soal patokan nilai harga jual beli jabatan tersebut. Termasuk mengecek penggunaan uang dari jual beli jabatan itu.

"Jadi, ini sedang kami dalami dari pemeriksaan Bupati ke tersangka lain, ini sudah berapa lama berlangsung, ini sedang kita dalami," imbuh dia.

Sebelumnya, penyidik Polri dan KPK menangkap Novi dalam operasi tangkap tangan (OTT), Minggu (9/5/2021).

Dari penangkapan tersebut, Novi kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (10/5/2021).

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved