Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Polres Karanganyar Kirim Sampel Takjil ke Labfor Polda Jateng, Pasca Puluhan Warga Diduga Keracunan

Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla menyampaikan, telah memeriksa lima saksi baik itu dari tukang masak, Ketua RT, dan takmir masjid.

Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Polres Karanganyar akan mengirimkan sampel takjil yang diduga sebabkan warga di Dusun Puntuk Ringin RW 08 Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar mengalami gejala keracunan.

Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla menyampaikan, telah memeriksa lima saksi baik itu dari tukang masak, Ketua RT setempat, dan pihak takmir masjid.

Dari para saksi ada yang sempat mencicipi makanan tersebut.

Baca juga: DKK Karanganyar Sidak Makanan dan Obat di Pasar Tradisional Jelang Lebaran, Ini Hasil Temuannya

Baca juga: Bu Darmi Meninggal Dunia, Dugaan Puluhan Warga Keracunan Takjil di Desa Gerdu Karanganyar

Baca juga: Sebagian Warga Bisa Jalani Rawat Jalan, Kondisi Terkini Keracunan Takjil di Desa Gerdu Karanganyar

Baca juga: Pria Warga India Positif Covid-19, Jalani Isolasi Mandiri di Rumah Kontrakan Plesungan Karanganyar

"Dugaan adanya warga Karangpandan yang keracunan, kami sudah cek ke lokasi."

"Warga dirawat di RSUD dan Puskesmas."

"Ada 1 orang yang meninggal dunia," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (10/5/2021).

Kepolisian telah mengambil sampel sisa takjil untuk nantinya akan dikirim ke Labfor Polda Jateng guna mengetahui isi kandungan di dalam makanan tersebut.

Sehingga dapat diketahui apakah ada zat atau bahan yang membahayakan sehingga menyebabkan warga sakit.

"Dari pemeriksaan itu dapat diketahui fakta-fakta dari dugaan warga yang keracunan takjil," ucapnya.

Sementara itu, satu warga atas nama Sudarmi (71) yang meninggal dunia telah dikebumikan di pemakaman umum setempat pada Senin (10/5/2021) sore.

Sebelumnya, autopsi telah dilakukan terhadap jenazah sebelum dikebumikan.

"Kami koordinasikan supaya dapat diketahui (hasilnya) secepatnya," terangnya.

Dia menuturkan, sejak adanya warga yang diduga keracunan itu, penyediaan takjil di masjid setempat dihentikan sementara waktu. (Agus Iswadi)

Baca juga: Kasus Covid-19 Tembus 7.505 Orang, Bupati Kebumen Imbau Warga Gelar Salat Idulfitri di Rumah Saja

Baca juga: Pengakuan Mantan TKI Jadi Pecandu Narkoba, Senang Dapat Teman di Kebumen, Bisa Lebih Berhemat

Baca juga: Ganjar Sebut Penanganan 13 ABK Positif Covid-19 di Cilacap Terus Dilakukan, Termasuk Tes Genome

Baca juga: Berikut Kronologi Belasan ABK Positif Covid-19, Kapal Asal Filipina Saat Hendak Berlabuh di Cilacap

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved