Larangan Mudik Lebaran
Praktik Travel Gelap di Pemalang: Mudik ke Lampung Bersama Istri, Joko Berani Bayar Rp 6 Juta
Pria yang mengenakan kaus hitam menawarkan kendaraan berplat hitam dengan jasa mencapai Rp 5 juta untuk satu orang tujuan Lampung dari Pemalang.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Sebut saja Joko, pria paruh baya asal Kabupaten Pemalang, yang kebingungan mencari transportasi menuju Lampung.
Bersama istrinya, ia nampak linglung saat mendatangi tempat parkir di Terminal Tipe A Pemalang.
Pria yang mengenakan kemeja putih itu, datang ke terminal untuk mencari moda transpotasi yang berani mengantarkannya mudik ke Lampung.
Kedatangan Joko disambut beberapa orang berkaus hitam, menawarkan jasa untuk mengantarkannya ke Lampung.
Baca juga: H-9 Lebaran, Warga Pemalang Mulai Borong Kebutuhan Pokok. Dari Biskuit sampai Minyak Goreng
Baca juga: Praktik Esek-esek di Pemalang Tetap Buka saat Ramadan, Aini: Pintunya Saja yang Tutup, Layanan Jalan
Baca juga: Camat Moga Pemalang Tanggapi Aksi Pedagang Buang Tempe: Penyalur Bansos Harus Cepat Merespon
Baca juga: Diingatkan Lagi, Tempat Pijat dan Karaoke di Pemalang Dilarang Beroperasi Hingga H+3 Lebaran
Mereka pun berembuk di sebuah warung yang ada di tempat parkir Terminal Pemalang.
Pria yang mengenakan kaus hitam menawarkan kendaraan berplat hitam dengan jasa mencapai Rp 5 juta untuk satu orang.
Harga tersebut dikatakan pria berkaus hitam itu tak seperti biasanya, lantaran adanya larangan mudik.
Mendengar tawaran harga fantastis, Joko diam sejenak, lalu melakukan negosiasi.
Bak menghadapi transaksi gelap sepekat warna plat nomor travel yang ditawarkan, Joko berujar hanya mampu Rp 3 juta.
"Tidak mampu kalau Rp 5 juta, separuhnya saja maksimal Rp 3 juta."
"Saya berdua sama istri jadi Rp 5 juta sampai Rp 6 juta, masak tidak ada potongan," jelasnya, Selasa (4/5/2021) pagi.
Negosiasi Joko pun dijawab dengan tawa sinis oleh pria berbaju hitam yang berbincang dengannya.
Meski demikian, ia menyetujui negosiasi tersebut.
"Ya sudah nanti saya kabari, pukul 13.00 berangkat."
"Sini minta nomor teleponnya, nanti saya jemput di rumah," ucap pria berbaju hitam itu.