Duka KRI Nanggala 402
Capres Fiktif Asal Kudus Ini Bikin Meme KRI Nanggala 402: Saya Minta Maaf, Hanya Sebatas Guyonan
Sebagai bentuk penyesalannya, Capres fiktif asal Kudus ini Nurhadi mengunggah video permintaan maaf di beberapa akun media sosialnya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Capres fiktif asal Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Nurhadi menyesal telah mengunggah meme tidak pantas terkait musibah KRI Nanggala 402.
Sebagai bentuk penyesalannya, Nurhadi bahkan mengunggah video permintaan maaf di beberapa akun media sosialnya.
Nurhadi mengaku unggahannya tersebut hanya sebatas guyonan.
Baca juga: 25 Warga Sampangan Semarang Positif Covid, Pulang Takziah Lanjut Rekreasi ke Temanggung
Baca juga: RSUD Temanggung Cuma Buka 76 Formasi Lowongan, Pelamarnya Capai 1.821 Orang
Baca juga: Pasutri Asal Brebes Ini Bikin Kurma Berbahan Tomat, Sempat Gagal 10 Kali Saat Rintis Usaha
Baca juga: Peneror Putri Bupati Brebes Ternyata Pecatan Polisi, Pelaku Sempat Tabrak Portal Gerbang Mapolres
"Begitu saya unggah postingan itu, tiba-tiba banyak teman-teman saya protes."
"Saya pun kaget, ini cuma guyonan dan tidak bermaksud apa-apa, apalagi menghina."
"Salahnya di mana jika dibaca baik-baik."
"Saya juga tahu bakal dilihat banyak orang, sehingga tidak mungkin saya menghina."
"Namun terlepas dari itu saya meminta maaf sebesar-besarnya," kata Nurhadi seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (27/4/2021).
Nurhadi sudah menghapus postingan senonoh tersebut sebelum akhirnya terciduk TNI AL.
Nurhadi mengunggah meme tak pantas tersebut pada Minggu (25/4/2021) pagi dan dihapus pada sore harinya karena banyak kritikan dari teman-temannya.
Selanjutnya, pada Senin (26/4/2021) pagi saat Nurhadi memulai aktivitasnya sebagai tukang pijat di Pasar Brayung, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, tiba-tiba dihampiri beberapa pria yang mengaku dari TNI AL.
Pria berbadan tegap tersebut kemudian membawa Nurhadi ke Kantor Pasar Brayung untuk dimintai klarifikasi serta permintaan maaf kepada TNI AL.
Video tersebut direkam kemudian diunggah di media sosial.
"Iya benar saya posting itu di beberapa media sosial milik saya."
"Saya posting Minggu pagi dan sorenya kuhapus karena banyak keluhan dari teman-teman."