Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Uang Setoran Minimarket Digondol, Polresta Banyumas: TT Gunakan Buat Trading Online dan Bayar Utang

Penangkapan itu dilatarbelakangi kasus dugaan penggelapan uang setoran minimarket di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden tempat TT bekerja. 

POLRESTA BANYUMAS
Pelaku kasus penggelapan uang setoran minimarket sedang diperiksa petugas Reskrim Polresta Banyumas, Sabtu (24/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - TT (27), pria warga Karanglewas ditangkap Unit Reskrim Polsek Baturraden, Kamis (22/4/2021).

Penangkapan itu dilatarbelakangi kasus dugaan penggelapan uang setoran minimarket di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden tempatnya bekerja. 

Plt Kapolsek Baturraden, Iptu Karseno mengatakan, kejadian tersebut diketahui Rabu (21/4/2021), saat ada laporan dari Gilang (31). 

Baca juga: Selamat, Akuntabilitas Kinerja Pemkab Banyumas Kembali Terbaik di Jateng

Baca juga: Pemudik di Banyumas Bakal Dikarantina, Biaya Selama Isolasi Ditanggung Pribadi

Baca juga: Polresta Banyumas Sita 35 Gula Rafinasi Ilegal, Diedarkan Setelah Dioplos dengan Molase

Baca juga: Cek Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Manis, Bupati Banyumas: Relatif Stabil, Belum Butuh Operasi Pasar

Pelapor menerima kabar dari kantor pusat yang memberitahukan tentang uang sales toko IP tidak masuk ke rekening PT IP Cabang Yogyakarta sejak 16 April 2021. 

Setelah menerima kabar tersebut, kemudian pelapor meminta kepada saksi Uswatun (35) mengecek langsung ke toko dan bertemu dengan saksi Sutikno (26).

Sutikno kemudian memberitahukan tentang tiga lembar slip penyetoran uang ke BRI. 

Keesokan harinya, saat saksi mengkonfirmasi kepada petugas BRI Rempoah tentang slip tersebut, pihak perbankan menjelaskan tidak ada penyetoran sesuai slip tersebut. 

Kemudian pelapor bersama saksi berkomunikasi dengan TT yang akhirnya TT datang ke toko. 

"Dan setelah ditanyai tentang hal tersebut, ternyata terlapor TT mengakui telah menggunakan uang tersebut untuk trading online dan membayar utang." 

"Atas kejadian tersebut PT IP mengalami kerugian total Rp 187 juta," Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (24/4/2021). 

Kasat Reskrim menambahkan, saat ini TT ditangkap beserta barang bukti berupa tiga lembar slip penyetoran BRI per 18,19, 20 April 2021 dengan tujuan atas nama PT IP. 

Kemudian enam lembar slip penjualan tutup harian tertanggal 16, 17, 18, 19, 20, 21 April 2021, tiga lembar slip gaji atas nama TT.

Satu lembar surat keterangan Nomor 01471/B1.04/HRD-YOG/IV/2021, dua lembar surat pernyataan yang ditandatangani oleh TT. 

TT dijerat Pasal 374 KUHP dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara. (Permata Putra Sejati)

Baca juga: Satlantas Polres Kendal Aktifkan Pos Pengawasan, Lokasinya di Rest Area Tol Batang-Semarang

Baca juga: Balita Asal Desa Johorejo Kendal Ini Disebut Kurang Gizi, Hasil Cek Ulang Petugas Puskesmas Gemuh II

Baca juga: Camat Moga Pemalang Tanggapi Aksi Pedagang Buang Tempe: Penyalur Bansos Harus Cepat Merespon

Baca juga: Pemkab Pemalang Kucurkan Rp 1 Miliar Buat Penggerak Agama, Mansur: Mereka Juga Terdampak Pandemi

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved