Breaking News:

Berita Kebumen

Pemkab Kebumen Gagas Kawasan Industri Bahari, Dibangun di Kecamatan Puring hingga Klirong

Bupati bakal membangun kawasan industri bahari di wilayah pesisir untuk mengoptimalkan potensi bahari yang ada di wilayah tersebut.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat rapat koordinasi bantuan cold storage di Pantai Surumanis, Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kebumen, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Kabupaten Kebumen memiliki garis pantai sepanjang 57,5 kilometer, termasuk lahan kawasan industri. Sayang, hingga kini, potensi itu belum tergarap secara baik.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mendorong potensi tersebut sebagai kawasan industri bahari.

Bupati menjelaskan, pembangunan kawasan industri bahari ini bertujuan meningkatkan upaya pemanfaatan lingkungan alam, khususnya sebagai sumber daya sosial dan ekonomi.

Di antaranya, melalui penyiapan tempat pengolahan ikan maupun udang menggunakan sistem pengelolaan yang berwawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Kebijakan Pemkab Kebumen: Pemudik Wajib Isolasi Mandiri Selama Empat Hari

Baca juga: Dukung Gerakan Pemkab, Komunitas Innova Community Inyong Chapter Kebumen Tanam 1000 Bibit Pohon

Baca juga: Ini Kegiatan Polres Kebumen Selama Ramadan: Bagi Takjil Hingga Sambangi Warga yang Sakit

Baca juga: Hafal Pancasila dan Lir Ilir, 10 Jemaah Tarawih di Pengaringan Kebumen dapat Hadiah Uang dari Bupati

Arif mengatakan, di tahun 2021, pembangunan kawasan ini secepatnya akan diwujudkan.

"Mulai dari Kecamatan Puring, Petanahan, hingga Kecamatan Klirong, ini akan kita manfaatkan sebagai kawasan industri bahari. Di dalamnya, nanti ada tempat pengolahan ikan maupun udang. Kami usahakan, tahun ini bisa terealisasi," katanya dalam rilis yang diterima, Selasa (20/4/2021).

Menurut Arif, sejuah ini, pemkab selalu berupaya memberikan dukungan kepada nelayan Kebumen, satu di antaranya lewat pemberian dana talangan.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk keprihatinan pemkab kepada nelayan lantaran saat musim panen, uang mereka ternyata tidak langsung dibayarkan para pengepul.

Selain itu, Arif juga melihat, hasil panen para petambak udang belum cukup maksimal.

Dalam sekali musim panen, mereka hanya bisa menghasilkan 5-7 ton udang per hektar.

Padahal, jika dikelola secara profesional, idealnya, petani tambak bisa memperoleh hasil hingga 40 ton dalam setiap musim panen.

"Untuk itu, melalui industri bahari ini, nanti kami bina, kami tata secara profesional," katanya. (*)

Baca juga: 5 Berita Populer: Bupati Kudus Minta Pelayan RS Tak Kasar-Kosmetik Ilegal Beredar di Banjarnegara

Baca juga: Cemburu Dapat Kabar Istri Siri Didekati Pria Lain, Pemuda di Ngaliyan Semarang Tusuk Tetangga

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-9 di Banyumas, 21 April 2021

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-9 di Purbalingga, 21 April 2021

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved