Berita Pendidikan Hari Ini
Begini Mekanisme Ujian Sekolah di Karanganyar: Orangtua Kumpulkan Lembar Jawaban Anak ke Sekolah
Ujian sekolah SD tetap digelar secara luring dengan sistem lembar ujian diambil orangtua untuk dikerjakan siswa di rumah.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Meski ujian sekolah tingkat SMP di Kabupaten Karanganyar digelar secara daring, ada 9 sekolah yang akan menggelar ujian sekolah secara luring.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, ujian sekolah SD tetap digelar secara luring dengan sistem lembar ujian diambil orangtua untuk dikerjakan siswa di rumah.
Setelah selesai dikerjakan, lembar jawab ujian akan dikumpulkan ke sekolah masing-masing.
Sedangkan ujian sekolah SMP tetap digelar secara daring.
Baca juga: Aktivitas di SMAN 1 Kebakkramat Karanganyar Mulai Berangsur Normal, Pasca Pegawai Positif Covid-19
Baca juga: 179 Siswa SMP di Karanganyar Putus Sekolah, Disdikbud: Penyebabnya Bukan Persoalan Biaya
Baca juga: Ujian Sekolah Batal Digelar Tatap Muka, Bupati Karanganyar: Guru Belum Disuntik Vaksin
Baca juga: BST Kemensos Rp 300 Ribu Mulai Disalurkan, Ada 20.827 Penerima Manfaat di Karanganyar
"Tapi ada beberapa sekolah swasta (SMP) yang tidak cukup punya kemampuan daring, kami izinkan luring."
"Nanti kami pantau, awasi melalui Satgas Kecamatan dan Desa," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (21/4/2021).
Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Tarsa mengatakan, jumlah siswa SD yang akan mengikuti ujian sekolah ada 11.968 orang.
Sedangkan SMP ada sebanyak 10.522 siswa.
Dia menuturkan, ada sembilan sekolah yang menggelar ujian secara luring.
Mayoritas sekolah swasta dan menggunakan sistem pendidikan pondok pesantren.
Namun secara keseluruhan ujian sekolah SMP digelar secara daring.
Sementara itu, ujian SD digelar secara luring.
Menurutnya, guru yang belum menerima vaksin dan adanya peningkatan kasus Covid-19 menjadi pertimbangan ujian sekolah yang semula direncanakan digelar tatap muka diubah menjadi mengerjakan soal di rumah.
Sehingga setelah soal selesai dikerjakan, orangtua akan mengumpulkan lembar jawaban ke sekolah.
"Ada jadwalnya, sehingga waktu mengembalikan lembar jawaban ke sekolah tidak terlalu lama," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (21/4/2021).