Breaking News:

Berita Jateng

Banyak Warga Tak Mengetahui Jateng Punya 7 Sesar Aktif, Kesiapan Menghadapi Gempa Kurang

Banyak warga tak mengetahui wilayah Jateng memiliki tujuh sesar aktif yang dapat memicu gempa. Ini berpengaruh pada kesiapan mereka menghadapi bencana

TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
ILUSTRASI. Pencatatan aktivitas gempa Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jumat (12/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara paling rawan bencana di dunia, terutama gempa bumi dan tsunami, berdasarkan data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR).

Bahkan, di daratan Jawa Tengah, terdapat tujuh sesar atau patahan aktif yang dapat memicu gempa besar hingga memicu tsunami.

Hal ini disampaikan Pakar Pendidikan Kebencanaan dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Dr Tuswadi dalam Webinar bertajuk Menguak Jejak Gempa Megathrust dan Sesar Aktif di Banyumas Raya, Selasa (20/4/2021) sore.

Tuswadi mengungkapkan, tujuh sesar aktif di Jateng itu adalah Sesar Baribis-Kendheng, Ungaran 1, Ungaran 2, Pati/Lasem, Muria, Ajibarang, dan merapi-Merbabu.

Baca juga: Ajibarang Banyumas Masuk Kategori Sesar Aktif di Jateng, BMKG Rekomendasikan Mitigasi Kebencanaan

Baca juga: Jual Kosmetik Tanpa Izin Edar, Warga Banjarnegara Jadi Tersangka. Dibeli via Online dari Bandung

Baca juga: Jelang Lebaran, Jalan Kota di Banjarnegara Diaspal Mulus. Bupati: Kami Ingin Sambut Pemudik

Baca juga: Suara Merdu Wasiono Bikin Lainnya Tertegun, Begini Suasana Ramadan di Pamardi Raharjo Banjarnegara

Sayang, kondisi ini tak diketahui banyak warga Jateng. Bahkan, pemahaman mereka terkait kebencanaan, khususnya gempa bumi, masih perlu ditingkatkan.

Termasuk pada generasi muda. Hasil survei sederhana yang Tuswadi lakukan di sebuah SMA negeri di Kabupaten Banjarnegara terungkap, 60 dari 72 responden siswa, tak mengetahui adanya sesar aktif yang bisa memicu gempa di Jateng.

Bahkan, 55 dari 72 responden itu mengaku tidak pernah mendengar istilah zona Megathrust. Padahal, istilah itu sudah kerap mewarnai pemberitaan media massa.

"Tapi, sebagian besar mereka tahu, Jawa Tengah daerah aktif gempa," kata Tuswadi dalam webinar yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Purwokerto itu.

Di lain sisi, sebagian besar responden juga tidak yakin, gedung sekolah dan rumah mereka mampu bertahan dari guncangan gempa besar.

Padahal, pembangunan gedung atau rumah dengan konstruksi tahan gempa, jelas menjadi ukuran sejauh mana kesiapan masyarakat menghadapi gempa besar.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved