Larangan Mudik Lebaran

Satgas Desa Hingga Tingkat RT Wajib Data Pemudik, Masuk Kendal Wajib Sertakan Bukti Tes Antigen

Satgas desa wajib melaporkan siapa saja warganya yang datang dari luar kota, provinsi, hingga luar negeri di Kabupaten Kendal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Sekda Kabupaten Kendal, Moh Toha. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pemkab Kendal bakal mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk mengaktifkan kembali satgas pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro tingkat desa.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mengawasi dan mendata para pe mudik yang datang ke Kendal sebelum 6-17 Mei 2021.

Rencananya, SE akan dikeluarkan pada pekan ini dengan harapan bisa ditindaklanjuti pihak desa hingga lingkup RT maupun RW dalam mendukung pencegahan penularan Covid-19.

Baca juga: Terobos Palang Perlintasan KA saat Hendak Ngaji, Warga Kaliwungu Kendal Tewas Tertabrak Kereta

Baca juga: Isnaini Berbagi Cerita Jalankan Puasa di Hongkong, TKI Asal Kendal: Susah Salat Tarawih Berjamaah

Baca juga: Hanif Dapat Upah Rp 10 Juta Tiap Ambil Sabu di Semarang, Penggerebekan Rumah Pengedar di Kendal

Baca juga: Paling Lambat Akhir April di Kendal, Seribu Guru Disuntik Vaksin, Persiapan Uji Coba PTM Tahap Kedua

Setda Kabupaten Kendal, Moh Toha mengatakan, melalui surat edaran itu, satgas desa wajib melaporkan siapa saja warganya yang datang dari luar kota, provinsi, hingga luar negeri kepada satgas Covid-19 kabupaten.

Hal itu berlaku bagi pendatang dalam keadaan sehat ataupun sakit.

Selain didata, kata Moh Toha, pe mudik wajib melampirkan hasil tes rapid antigen yang dilakukan sebelum berkegiatan di lingkungan tempat tinggalnya.

Bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat dengan biaya sendiri tanpa ada bantuan dari Dinas Kesehatan.

"Sudah ada usulan dari Kapolres Kendal dan yang lainnya, yang nekat mudik sebelum 6 Mei atau istilahnya curi start wajib melampirkan keterangan hasil tes rapid antigen."

"Dan itu biayanya sendiri, ditanggung orangnya karena mereka yang melakukan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (19/4/2021).

Persyaratan yang sama berlaku sepanjang larangan mudik aktif sejak 6-17 Mei 2021.

Dengan konsekuensi, bagi yang kedapatan reaktif antigen bakal diisolasi di tempat karantina desa ataupun kabupaten. 

Kata Moh Toha, pihak RT dan RW harus aktif memantau warganya yang pulang hingga larangan mudik berakhir.

Sehingga, kontrol warga yang datang ke Kendal bisa berjalan lancar dan terdata secara baik untuk menghindari kemungkinan hal buruk.

"Kami ada tim yang ditugaskan di posko tingkat RT maupun RW."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved