Berita Kesehatan Hari Ini

DBD Masih Mengintai, DKK Karanganyar Minta Warga Tidak Lengah, Kasus Terbanyak di Gondangrejo

Berdasarkan data DKK Karanganyar, hingga pertengahan April 2021 atau minggu ke-14 tercatat ada 82 kasus DBD di Kabupaten Karanganyar. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Petugas kesehatan melakukan PE di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Senin (19/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Masyarakat Kabupaten Karanganyar diimbau untuk tidak lengah dan tetap rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk ( PSN) guna mengantisipasi penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) di tengah kondisi pandemi. 

Berdasarkan data DKK Karanganyar, hingga pertengahan April 2021 atau minggu ke-14 tercatat ada 82 kasus DBD di Kabupaten Karanganyar. 

Baca juga: Ujian Sekolah Batal Digelar Tatap Muka, Bupati Karanganyar: Guru Belum Disuntik Vaksin

Baca juga: Yuks Menengok Sejarah Masjid Argomedjono Karanganyar, Konon Pendirinya Punggawa Keraton Solo

Baca juga: Update Klaster SMAN 1 Kebakkramat, DKK Karanganyar: Pasien Positif Bertambah, Kini Jadi 17 Orang

Baca juga: Bupati Karanganyar: Waktunya Semua Guru Disuntik Vaksin, Menuju Uji Coba PTM Lanjutan

Persebaran kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Gondangrejo dengan 16 kasus dan Kebakkramat II ada 14 kasus. 

Kasi P2P DKK Karanganyar, Sri Winarno menyampaikan, dalam kurun waktu 2016 hingga 2021 kasus terbanyak terjadi pada 2019 dengan 838 kasus.

Dibandingkan tahun sebelumnya atau 2018, jumlah kasus tersebut mengalami peningkatan signifikan. 

Dia menjelaskan, peningkatan kasus signifikan itu terjadi karena adanya siklus 5 tahunan DBD.

DKK telah menggalakan upaya pencegahan dan pengendalian dengan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), pemantauan PSN, fogging, serta jentik nyamuk aedes aegypti.

Hingga akhirnya kasus DBD mengalami penurunan pada 2020 dengan jumlah 291 kasus.

Kepala Puskesmas Gondangrejo, Akhirudin Syam mengatakan, hingga pekan ke-14 kasus DBD terbanyak memang berada di wilayahnya.

Dimana notabene termasuk secara geografis merupakan kawasan padat penduduk. 

"Tindak lanjut sudah kami lakukan PE."

"Kami tetap menekannya supaya rutin PSN," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (19/4/2021). 

Dia meminta masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Mengingat terkadang masyarakat lupa, tempat yang dikira sudah bersih ternyata ditemukan jentik nyamuk.

Seperti kamar mandi, tempat penampungan sekitar rumah, hingga gantungan burung. 

Akhirudin mengungkapkan, meski dalam kondisi pandemi masyarakat diminta tetap rutin melakukan PSN secara berkala. 

"Jangan sampai lengah."

"Intinya di keluarga masing-masing, yang tahu kondisi rumahnya," pungkasnya. (Agus Iswadi)

Baca juga: Kebijakan Pemkab Kebumen: Pemudik Wajib Isolasi Mandiri Selama Empat Hari

Baca juga: Hafal Pancasila dan Lir Ilir, 10 Jemaah Tarawih di Pengaringan Kebumen dapat Hadiah Uang dari Bupati

Baca juga: Agus Prasetyo DW Jadi Anggota PAW DPRD Jateng, Politikus Nasdem Dapil Banyumas dan Cilacap

Baca juga: Awas! Penipuan Menggunakan Nama Wakil Bupati Cilacap Terjadi Lagi, Minta Korban Transfer Uang

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved