Berita Magelang

3 Penambang Pasir Merapi Tewas, Tebing Setinggi 75 Meter di Sungai Bebeng Kaliurang Magelang Runtuh

Tiga penambang tewas setelah tertimbun material tebing yang longsor di aliran Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Kabupaten Magelang, Sabtu (17/4/2021).

Editor: rika irawati
Tribunjogja.com/Almurfi Syofyan
Penampakan Gunung Merapi dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jumat (6/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Tiga penambang tewas setelah tertimbun material tebing yang longsor di aliran Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Sabtu (17/4/2021). Kejadian ini juga membuat dua penambang lain terluka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono menjelaskan, longsor tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Lokasi kejadian adalah area penambangan galian C atau pasir dan batu dari Gunung Merapi.

"Tebing yang longsor kira-kira setinggi 75 meter, kemudian menimpa kelima korban. Dari kelima korban itu, tiga orang meninggal dunia," kata Edi saat dikonfirmasi, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Diduga Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Truk Pengangkut Santri di Magelang. Seorang Tewas

Baca juga: Uang Koin Rp 1000 Tersangkut Ditenggorokan, Bocah 3 Tahun Asal Magelang Dilarikan ke RSUP Dr Kariadi

Baca juga: 625 Warga dari 11 Dusun di Kabupaten Magelang Mengungsi Lagi, Menempati 6 Titik Evakuasi

Baca juga: Jangan Salah Lagi! Borobudur Ada di Magelang, Bukan di Yogyakarta

Tiga korban yang meninggal dunia yakni Sardi (46), warga Banyudono, Kecamatan Dukun; Sujarwo (55), warga Semen, Kecamatan Salam; dan Sugeng (45), warga Pandanretno, Kecamatan Srumbung.

Sedangkan dua korban luka, yakni Suroto (45), warga Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan; dan Yumari (54), warga Jamus Kauman, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

Edi menuturkan, setelah menerima laporan, personel BPBD bersama Polsek Srumbung dan Koramil Srumbung, menuju lokasi untuk mengevakuasi korban.

Seluruh korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan, Kabupaten Magelang.

Korban meninggal dunia sudah dimakamkan pihak keluarga, sementara korban luka masih dirawat di RSUD Muntilan.

Petugas BPBD Kabupaten Magelang Nur Fauzan menambahkan, dari hasil asesmen di lokasi, beberapa saksi yang juga sesama penambang melihat kelima korban sudah bekerja sejak pukul 07.00 WIB di bawah tebing.

Beberapa jam setelah itu, terdengar suara gemuruh dari atas tebing dan seketika itu, tebing setinggi sekitar 75 meter runtuh menimpa para korban.

Baca juga: Peneror Putri Bupati Brebes Ditangkap, Ditembak karena Ancam Polisi Pakai Pisau

Baca juga: Update Kasus Covid di Banyumas 19 April 2021: Dua Hari Angka Kematian Nol

Baca juga: Jalur Karangpucung-Majenang Cilacap Amblas 4 Meter, Lalu Lintas dari dan ke Jabar Sempat Tersendat

Baca juga: 7 Guru di Sragen Positif Covid dan 2 Meninggal, Uji Coba Sekolah Tatap Muka Dihentikan

"Seorang saksi bekerja di sisi utara lokasi. Sewaktu sedang menambang pasir, tiba-tiba terdengar suara gemuruh tanah longsor tebing setinggi 75 meter longsor dan menimpa 5 rekannya," jelas Fauzan.

Setelah itu, saksi mendekat ke lokasi dan melihat salah satu korban, Yumari, mengalami luka berat. Korban Suroto mengalami luka ringan.

Sedangkan tiga rekannya, Sardi, Sujarwo dan Sugeng, ditemukan sudah tewas dengan luka sangat berat.

"Proses evakuasi menggunakan backhoe (alat berat), selesai sekitar pukul 16.30 WIB," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tebing di Lereng Gunung Merapi Longsor, 3 Penambang Pasir Tewas Tertimbun".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved