Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Pemudik di Kebumen Bakal Diisolasi 4 Hari, Bupati: Kalau Kesehatannya Stabil Baru Boleh Keluar Rumah

Pemkab Kebumen meminta pemerintah desa mengisolasi mandiri warganya yang nekat mudik. Isolasi ini dilakukan selama empat hari.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat rapat koordinasi bantuan cold storage di Pantai Surumanis, Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kebumen, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen meminta pemerintah desa mengisolasi mandiri warganya yang nekat mudik. Isolasi ini dilakukan selama empat hari.

Kebijakan itu juga berlaku bagi warga yang mudik lebih awal dari aturan larangan mudik yang ditetapkan, 6-17 Mei 2021.

"Kepada kepala desa, kami minta untuk bersama-sama mengimbau masyarakatnya jika ada yang pulang kampung dari perantauan, agar melakukan isolasi dulu diri rumah selama empat hari," kata Bupati Kabupaten Kebumen Arif Sugiyanto kepada wartawan, Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Dukung Gerakan Pemkab, Komunitas Innova Community Inyong Chapter Kebumen Tanam 1000 Bibit Pohon

Baca juga: Ini Kegiatan Polres Kebumen Selama Ramadan: Bagi Takjil Hingga Sambangi Warga yang Sakit

Baca juga: Hafal Pancasila dan Lir Ilir, 10 Jemaah Tarawih di Pengaringan Kebumen dapat Hadiah Uang dari Bupati

Baca juga: Rumah Warga Prembun Kebumen Nyaris Ludes Dilalap Api, Berawal dari Bakar Sampah Malam Hari

Arif mengatakan, isolasi mandiri dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan.

"Pastikan, selama itu, kondisi kesehatanya stabil baru boleh keluar rumah. Ini penting, agar kasus covid 19 di Kabupaten Kebumen tidak kembali naik," ujar Arif.

Menurut dia, larangan mudik merupakan kebijakan pusat. Namun, apabila ada masyarakat yang sudah terlanjur kembali ke kampung halaman maka wajib mengikuti aturan pemkab.

Arif mengajak masyarakat yang tidak mudik, untuk memafaatkan teknologi melalui ponsel sebagai sarana komunikasi dan bersilaturahim.

Dikatakan Arif, perkembangan teknologi yang begitu pesat, seperti saat ini, cukup membantu masyarakat, termasuk di tengah pembelajaran daring sekolah.

Terkait pelaksanaan salat tarawih berjemaah di masjid, kata Arif, telah menerapkan protokol kesehatan secara baik.

Sementara itu, Arif juga meminta warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan pada saat pelaksanaan salat Idulfitri.

Baca juga: Comeback, Marc Marquez Berhasil Finish di 10 Besar MotoGP Spanyol. Rossi Terjatuh di Lap 15

Baca juga: Bandara JB Soedirman Beroperasi 22 April, DPD RI: Jangan Sampai Bernasib Sama seperti Kertajati

Baca juga: Khawatir Kena Dampak Buruk, Warga Tlogorejo Demak Tolak Rencana Penambangan Galian C

Baca juga: Tadarus Alquran ala Pemkab Kendal, Serentak 1 Jam 1 Juz setiap Hari

Salat sendiri hanya boleh diikuti warga lokal. Masyarakat juga diimbau tidak terlalu euforia, apalagi sampai berbondong-bondong datang ke obyek wisata tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

"Lebaran nanti, jangan terlalu euforia, apalagi langsung grudugan ke obyek wisata. Ini jangan. Berkaca dari India yang saat ini mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang cukup drastis dan bahkan DKI juga meningkat sekitar 200 kasus," ujar Arif. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nekat Pulang Kampung ke Kebumen, Pemudik Wajib Jalani Isolasi Mandiri 4 Hari".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved