Berita Demak

Khawatir Kena Dampak Buruk, Warga Tlogorejo Demak Tolak Rencana Penambangan Galian C

Sejumlah warga di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, menolak rencana tambang galian C.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Sebuah spanduk berisi penolakan adanya penambangan galian C dipasang warga di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Sejumlah warga di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, menolak rencana penambangan galian C di wilayah mereka.

Sebab, jika tambang benar-benar terlaksana, mereka khawatir banyak dampak buruk yang dialami warga sekitar.

Sebagian besar warga yang melakukan penolakan, yakni mereka yang tinggal di RW 01 Desa Tlogorejo, yang rencana akan menjadi jalur keluar masuk truk.

"Lha pas sosialisasi saya tidak dilibatkan, kok tiba-tiba saya disuruh sepakat dan setuju," ujar Ketua RT 01 RW 01 Ahmadi Rohmat, Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Belanja di Pasar Pakai Uang Palsu, Warga Mranggen Demak Diamankan. Mengaku Dapat dari COD Kosmetik

Baca juga: Pendaki Gunung Lawu Asal Demak Harus Dievakuasi, Alami Kram dan Kelelahan saat di Pos 3 Jalur Tambak

Baca juga: Suami Ditahan di Kedungpane, Ibu Rumah Tangga Asal Demak Nekat Jadi Kurir Narkoba. Ditangkap di Pati

Baca juga: Perwakilan Warga Terdampak Tol Demak Datangi Kantor DPRD Jateng, Maksud Ingin Mengadu Tapi Kecele

Menurut Ahmadi, sosialisasi tersebut berlangsung sekitar setahun yang lalu. Saat itu, sebagian besar warga yang dikumpulkan adalah ibu-ibu.

"Banyak bapak-bapak yang tidak setuju ini," ujar dia.

Saat ini, telah terkumpul tanda tangan dari sejumlah warga Desa Tlogorejo. Di antaranya adalah warga Dukuh Gablok, Dukuh Gempolsari, atau Blandongan, yang notabene tinggal di sekitar galian C yang akan dikeruk.

Hampir seluruhnya, warga yang membubuhkan tanda tangan, menolak adanya galian C.

Warga lain Tlogorejo, Kasnadi, juga menolak adanya tambang galian C. Pasalnya, dia khawatir atas risiko lingkungan yang dapat terjadi.

"Takutnya, nanti kalau bukit atau gundukan itu dikeruk kan air nanti langsung ke permukiman warga. Tidak ada yang menahan," ujar warga Gempolsari, Kasnadi.

Penambangan galian C di wilayah ini akan dilakukan CV UD Pinto Winarimo.

Sebenarnya, persoalan ini sudah disepakati diselesaikan lewat pertemuan. Namun, ketika jadwal pertemuan, dari pelaksana galian C tidak tampak.

"Lha ini bagaimana, mereka malah datang sebentar terus pergi lagi dan tidak kembali saat warga sudah pada kumpul," ujarnya.

Penolakan warga atas rencana tambang galian C yang bakal berlangsung di antara Desa Tlogorejo dan Jragung itu kian memuncak saat pelaksana tambang mendatangkan alat berat.

Baca juga: Tadarus Alquran ala Pemkab Kendal, Serentak 1 Jam 1 Juz setiap Hari

Baca juga: Hanya Semalam, Tawuran Terjadi di Empat Titik di Kota Semarang

Baca juga: Remaja Putri Diduga Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi, Kini Dirawat di RS Akibat Penyakit Kelamin

Baca juga: Masing Bingung Siapkan Takjil untuk Sore Ini? Coba Saja Bikin Pisang Goreng Kurma. Ini Resepnya

Sebagian warga yang merasa tidak pernah diajak berembuk pun kian tidak bisa menerima alasan apa pun atas adanya galian C.

"Katanya sudah dapat persetujuan dari warga tapi nyatanya warga pada menolak. Berarti, itu izin dari mana," ujar tokoh setempat, Kiai Abdullah Zaini.

Bentuk penolakan tersebut juga ditumpahkan warga dalam spanduk bertuliskan "Warga Menolak Jembatan Ini Dilewati Truk Penambang".

"Soalnya, itu kan jembatan swadaya. Jadi ya warga punya hak untuk menolak," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved