Berita Banjarnegara Hari Ini
Cerita Penyuluh Agama di Mandiraja Banjarnegara Bimbing Mualaf: Bikin Pengajian Rutin Tiap Jumat
Seorang mualaf dari Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Sutar lah yang mulanya datang meminta bimbingan kepada penyuluh, pada 2019.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Perjuangan orang memeluk agama Islam (menjadi mualaf) bukan hanya sebelum bersyahadat.
Setelah resmi memeluk Islam, mereka masih harus berjuang mempertahankan keimanannya.
Hati mereka masih gampang goyah jika keimanan tak terjaga.
Pun masih banyak yang perlu mereka pelajari tentang Islam, termasuk tentang tata cara beribadah yang benar.
Karena itu, mualaf butuh pendampingan dan bimbingan dari umat Islam yang lain.
Baca juga: Pasar Darurat Sudah Siap Ditempati, Lokasinya di Stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara
Baca juga: Mengintip Aktivitas Menulis Alquran di Ponpes Mumtaza Banjarnegara, Cara Tepat Ubah Perilaku Santri
Baca juga: Wisatawan Bisa Ngabuburit di Kawah Sikidang Dieng, Dinparbud Banjarnegara: Tetap Buka Selama Ramadan
Baca juga: Atlet Lompat Tinggi di Banjarnegara Jadi Kuli Bangunan, Kumpulkan Dana untuk Kuliah di Yogyakarta
Ini pula yang dilakukan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) KUA Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.
Seorang mualaf dari Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Sutar lah yang mulanya datang meminta bimbingan kepada penyuluh, pada 2019.
Sutar yang sebelumnya Kristiani itu bersemangat memperdalam agama Islam yang baru dipeluknya.
Tapi buruh rongsok itu bingung ke mana ia bisa mendapatkan bimbingan keagamaan.
Koordinator FKPAI, Yani Itsnawati berucap, mulanya pihaknya memberikan bimbingan langsung ke mualaf dengan cara mendatangi rumah mereka.
Tetapi dalam perjalanannya, bimbingan untuk mualaf dipusatkan di tempat ibadah setempat.
"Kebetulan di Desa Somawangi ada musala, kami adakan pengajian rutin di sana setiap Jumat," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (15/4/2021).
Tak dinyana, jamaah pengajian terus bertambah.
Mereka yang mengaji bukan hanya mualaf, namun juga warga sekitar.
Materi pengajian, kata dia, beragam menyesuaikan kebutuhan jamaah, mulai fikih ibadah hingga motivasi keagamaan.