Berita Purbalingga Hari Ini
Enam Produk Ini Digadang-gadang Jadi Unggulan Purbalingga, Sebut Saja Ada Blangkon Soedirman
Ketua Dekranasda Kabupaten Purbalingga, Rizal Diansyah mengatakan, bersama Pemkab Purbalingga tengah menyiapkan branding atau ciri khas Purbalingga.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Enam produk sedang dibidik menjadi produk unggulan Kabupaten Purbalingga.
Produk tersebut yakni nanas, makaroni, blangkon Soedirman, sapu glagah, batik, dan kopi.
Ketua Dekranasda Kabupaten Purbalingga, Rizal Diansyah mengatakan, bersama Pemkab Purbalingga tengah menyiapkan branding atau ciri khas Purbalingga.
Produk unggulan yang dipilih dinilai berdasarkan empat kriteria.
Baca juga: Operasi Keselamatan Candi Digelar Mulai 12 April, Ini Sasarannya Selama 14 Hari di Purbalingga
Baca juga: Eksekusi Tanah di Kemangkon Purbalingga Dijaga Ketat, 43 Personel Polri-TNI Diterjunkan
Baca juga: Sepulang PTM, Siswa di SMP Negeri 1 Purbalingga Wajib Bagikan Lokasi Terkini ke Guru Lewat Ponsel
Baca juga: Susun RPJMD 2021-2026, Pemkab Purbalingga Minta Masukan Soal Rencana Pembangunan
"Kriterianya ikonik, ketersediaan bahan baku, SDM, dan kapasitas produksi," ujar Rizal kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (9/4/2021).
Rizal menyampaikan, dipilihnya nanas karena ketersediaan bahan baku yang melimpah dan sudah tersedia produk-produk olahannya.
Ini menjadi tantangan bagaimana nanas ini nantinya diolah dan tahan lama sehingga menjadi oleh-oleh khas Purbalingga.
"Bagaimana olahan nanas ini tahan lama, karena sayang apabila potensi nanas ini tidak menjadi unggulan Purbalingga," tuturnya.
Selanjutnya, makaroni menjadi produk yang penjualannya terbanyak di toko-toko modern.
Begitu pula dengan produsen makaroni yang sudah banyak bermunculan.
"Makaroni ini menjadi pilihan dan sudah terbeli secara nyata."
"Makaroni ini juga akan dipasarkan di Banyumas Raya, jadi produk ini sudah diakui," katanya.
Kemudian, Rizal menuturkan, blangkon Soedirman akan diangkat menjadi ikon Purbalingga karena mempunyai khas pada blangkonnya.
Dirinya menambahkan, blangkon Soedirman menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat Purbalingga ketika menggunakannya.
"Jadi ketika ada tamu dari luar yang datang ke Purbalingga bisa memakai blangkon ini, ini potensial dan harus dikembangkan juga," katanya.
Ia menambahkan sapu glagah juga dapat dijadikan sebagai produk unggulan Purbalingga.
Yang menjadi perhatian bagaimana petani glagah diberikan pelatihan untuk membuat sapu glagah.
"Bagaimana kualitas sapu glagah ini bisa ditingkatkan, jangan sampai kita kirim bahan bakunya ke luar daerah."
"Yang harus diperhatikan bagaimana petani dibekali pelatihan untuk memproduksi sapu setelah panen glagah," jelasnya.
Produk lainnya yakni batik Purbalingga dengan berbagai ciri khasnya.
Rizal ingin agar bagaimana batik Purbalingga mempunyai kekhasan yang nantinya akan dicari orang ketika berkunjung atau mencari batik Purbalingga.
"Purbalingga punya wastralingga yang mewadahi semua pengrajin batik, tapi belum memiliki ciri khas Batik Purbalingga."
"Ini yang harus dipikirkan batik Purbalingga akan seperti apa," tuturnya.
Produk unggulan terakhir yang akan diangkat yakni kopi.
Kopi mulai bergeliat dan banyak bermunculan berbagai jenis kopi di Purbalingga.
Nantinya bagaimana kopi ini menjadi ikon tanpa ada label atau merek dari kopi tersebut tapi bagaimana memunculkan varietas kopi khas Purbalingga itu apa.
Dekranasda nantinya akan menjadi wadah untuk mengayomi produk-produk yang ada di Purbalingga untuk bisa menjadi produk unggulan.
"Kami ingin bagaimana menciptakan produk unggulan Purbalingga sebagai salah satu ikon Purbalingga dan nantinya bisa berdampak bagi masyarakat."
"Terutama penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan perekonomian masyarakat," tuturnya. (Permata Putra Sejati)
Baca juga: Tiga Bulan Sudah Ada 20 Kasus Narkoba di Tegal, BNNK: Meningkat Signifikan di Masa Pandemi Ini
Baca juga: Hujan Es Guyur Banjarharjo Brebes, Begini Penjelasan BMKG: Berpotensi Terjadi di Tegal Juga
Baca juga: Pelaku Sewa Ruko Sehari di Temanggung, Toko Sembako di Solo Kena Tipu, Pesan Barang Cara COD
Baca juga: Kesepakatan Warga Desa Kalimendong Wonosobo, Siapapun Halal Sembelih Ayam yang Lepas dari Kandang