Breaking News:

Berita Salatiga

Uji Coba PTM Dinilai Berhasil, SMP Negeri 2 Salatiga Putuskan Menggelar UAS secara Tatap Muka

Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Kota Salatiga memutuskan menggelar ujian akhir sekolah secara tatap muka, Selasa (6/4/2021).

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Sejumlah siswa mengikuti ujian sekolah tatap muka di SMP Negeri 2 Kota Salatiga, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Kota Salatiga memutuskan menggelar ujian akhir sekolah secara tatap muka, Selasa (6/4/2021).

Kepala SMP 2 Kota Salatiga Mudjiati mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) bersama wali murid.

Pelaksanaan PTM yang dilakukan Senin (5/4/2021) dinilai cukup berhasil dan tidak menimbulkan kasus baru penularan Covid-19.

"Kami melakukan ujian sekolah tatap muka ini juga atas seizin Wali Kota Salatiga dan orangtua siswa. Ini sekaligus agar pengerjaan soal anak-anak, tingkat validasi nilainya berkualitas. Bukan berarti anak-anak tidak jujur jika ujian daring di rumah," terangnya di SMP 2 Kota Salatiga, Selasa.

Baca juga: 3.976 Guru Sekolah Negeri dan Swasta di Salatiga Bakal Divaksin Covid-19, Pelaksanaan Tunggu Stok

Baca juga: ASN Nekat Mudik Lebaran? Pemkot Salatiga Sudah Siapkan Sanksi, Ini Kata Yuliyanto

Baca juga: Salatiga Kota Vanili, Yuliyanto: Kami Sudah Bentuk Asosiasi Petani, Kelola 5.900 Bibit

Baca juga: Tahun Ini Pemkot Salatiga Usulkan 142 Formasi CPNS dan 209 PPPK, Hasilnya Tunggu Keputusan Pusat

Menurut Mudjiati, ujian sekolah akan berlangsung sampai 16 April 2021. Pihaknya bakal menggelar ujian sekolah dalam dua sif dari total seluruh peserta ujian berjumlah 246 siswa.

Ia menambahkan, ujian sekolah tatap muka sekaligus rangkaian uji coba PTM setelah beberapa kali diberlakukan simulasi secara internal. Karenanya, tren kepesertaan siswa untuk PTM semakin banyak.

"Karena harus ada izin orangtua. Para orangtua setuju dan tidak menolak PTM. Hanya saja, masih ada 3 siswa tidak diizinkan tapi kami layani ujian secara daring dari rumah," katanya.

Hal yang sama juga diberlakukan bagi ratusan siswa MTs Negeri Kabupaten Semarang yang tengah mengikuti ujian madrasah (UM) di tengah situasi pandemi Covid-19.

Waka Kurikulum MTSN Kabupaten Semarang Nur Kholis mengungkapkan, siswa peserta UM sebagian dilayani secara daring dan luar jaringan (luring).

"Siswa yang ikut ujian sebanyak 327 orang dan dilakukan secara tatap muka dengan memakai CBT dan daring dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya.

Baca juga: 12 April, Buruh Bakal Kembali Gelar Demo Tolak UU Cipta Kerja di 20 Provinsi

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 6 April 2021 Rp 962.000 Per Gram

Baca juga: Kabur 1 Tahun, Bocah Asal Tasikmalaya Ditemukan di Kota Tegal. Pindah-pindah Kota Bareng Anak Punk

Pihaknya mengungkapkan, teknis pelaksanaan ujian agar tidak terjadi kerumunan dibagi menjadi tiga sesi.

Setiap sesi peserta ujian maksimal diikuti 112 siswa kemudian dibagi 11 ruang kelas yang tersedia.

Sedangkan untuk yang daring teknis pengerjaan soal menggunakan handphone milik siswa masing-masing. Pihak sekolah kemudian membagikan tautan link melalui grup kelas masing-masing lewat wali kelas. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved